Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 November 2015 | 15.40 WIB

Berani Pimpin Persija? Harus Siap Menanggung Tunggakan Gaji

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

Jawapos.com- Persija Jakarta menggelar rapat umum anggota (RUA) pada 12 Desember. Forum tertinggi di internal tim Macan Kemayoran –julukan Persija– tersebut diadakan untuk memilih presiden klub baru. Sebab, masa bakti Ferry Paulus sebagai Presiden Persija periode 2011–2015 telah lama berakhir, tepatnya sejak 30 Juli.



 

Nah, dalam proses menuju RUA, komite pemilihan presiden Persija yang diketuai Elbiner Tobing membuka pendaftaran bakal calon. Pendaftaran presiden klub dibuka besok (22/11).




’’Formulir bisa diambil di kantor Persija atau kantor Pengcab PSSI Jakarta Pusat di Lapangan Banteng,’’ ujar Biner kepada Jawa Pos, kemarin (20/11).



Ketua Umum PS Mahasiswa itu menambahkan, pendaftaran presiden Persija terbuka bagi siapa saja. Asalkan, mereka memenuhi persyaratan. Biner menegaskan, ada sebelas persyaratan yang harus dipenuhi setiap bakal calon (selengkapnya lihat grafis). Salah satu yang menyita perhatian adalah wajib menyiapkan biaya operasional Persija.



Alumnus Universitas Indonesia itu menjelaskan, hal tersebut menjadi persyaratan wajib. Menurut dia, biaya operasional tersebut akan dialokasikan untuk berbagai hal. Antara lain, menggelar kompetisi internal dan pembinaan.



’’Uang pembinaan ditujukan kepada 30 tim internal Persija serta digunakan untuk menyewa lapangan dan membayar wasit,’’ jelasnya.



Namun, Biner tidak menyebutkan berapa nominal yang harus disiapkan para calon presiden Persija. Menurut dia, hingga sekarang, jumlahnya terus dimatangkan.



’’Yang jelas, saat interview, kami sudah dapat mengumumkan nominalnya kepada para calon,’’ ungkap pria asal Sumatera Utara tersebut.



Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum PS Atamora Harun Al Rasyid membenarkan jika komite pemilihan belum mengumumkan nominal uang persyaratan. Menurut Harun, tim internal belum diinformasikan. Dia berharap nilainya tidak terlalu tinggi. Dengan begitu, hal tersebut memudahkan langkah para calon untuk maju ke pemilihan.



Harun menyatakan, pesta demokrasi tersebut diharapkan menjadi momentum perubahan bagi prestasi Persija. Karena itu, dia menginginkan hadirnya sosok baru untuk memimpin tim ibu kota.



’’PS Atamora menginginkan inovasi di tubuh Persija. Terutama dalam hal pembinaan para pemain muda,’’ tegas Harun.



Dalam RUA nanti, acara tidak hanya berfokus pada pemilihan presiden Persija. Sebelum dimulai, presiden klub periode 2011–2015 akan membacakan laporan pertanggungjawaban (LPj). Dalam penyampaian, 30 tim internal akan menjadi penentu diterima atau ditolaknya LPj tersebut.



Sekretaris Umum Persija Budiman Dalimunthe yang bertugas sebagai sekretaris komite menjelaskan, jika LPj Ferry ditolak, prosesi pemilihan bisa saja diundur. ’’Jadi, semua bergantung tim internal. Kalau sudah disetujui tim demisioner, pemilihan presiden baru bisa dilakukan,’’ terang Budiman.



Ketum PS Menteng Yunior itu menambahkan, jika proses pemilihan selesai, pekerjaan rumah sudah menanti. Yaitu, menanggung tunggakan gaji para pemain Persija di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015.

Editor: afni
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore