
Imam Nahrawi
JawaPos.com - Kepengurusan baru Satlak Prima akhirnya diresmikan. Tongkat estafet dari Suwarno mantan Kasatlak Prima terdahulu akan dilanjutkan Achmad Sutjipto Kasatlak Prima terpilih hasil fit and propertes Agustus lalu.
Nah, tiga multievent terdekat akan menjadi tolok ukur kinerja pengurus baru itu.
Antara lain Olimpiade 2016 Rio de Janeiro Brasil, SEA Games 2017 Malaysia, dan Asian Games 2018 di Indonesia.
"Kita lihat dari hasil tiga multievent itu dulu," terang Menpora Imam Nahrawi setelah meresmikan pengurus baru Satlak Prima Jumat (23/10).
Masa bakti Satlak Prima memang berbeda dengan organisasi lain. Sebab dibawah kewenangan Kemenpora secara langsung, Satlak Prima menjadi representasi pemerintah dalam tata kelola olahraga prestasi Indonesia.
Untuk menjalankan tugasnya, Sutjipto akan dibantu empat wakil diantaranya Anton Subowo sebagai Wakil Ketua I, Sadik Algadri (Wakil Ketua II), Taufik Hidayat (Wakil Ketua III) dan Lukman Niode (Wakil Ketua IV).
"Penyempuranaan program sebelumnya harus disegerakan. Ini menjadi momentum yang sangat baik dalam pemetaan potensi," terang Imam.
Imam menjelaskan bahwa olimpiade Rio menjadi prioritas utama Satlak dan Kemenpora untuk saat ini. Demi mendukung upaya itu infrastruktur pasca penyelenggaraan PON juga harus dimaksimalkan untuk atlet potensial Indonesia.
Sementara itu, Sutjipto menyatakan bahwa untuk struktur pengurus Satlak Prima, dia juga akan mewujudkan adanya perampingan.
"Restrukturisasi akan dilakukan segera. Struktur dan formasi yang menggerakkan strategi," terangnya Dengan begitu diharapkan langkah mereka dalam menjelankan roda kepengurusan bisa lebih efektif.
Untuk masalah anggaran, Satlak Prima disokong dana besar dari anggaran Kemenpora. Setidaknya nominal Rp.600 Miliar sudah disiapkan untuk menjalankan program inovatif yang sudah dirancang.
"Olahraga ini kan dinamis, masalah pengadaan dan yang lainnya sudah dimasukkan dalam perencanaan," bebernya.
Di tempat yang sama, kepengurusan baru Lembaga Anti Doping Indonesi (LADI) juga diresmikan beriringan dengan Satlak Prima dr. Basuki Supartono Sp.OT FICS, MARS., Ketua LADI 2015-2020 menyatakan bahwa dirinya berharap bisa melakukan perubahan dalam sisi teknis dan administrasi LADI.
"Perubahan itu akan kami mulai dari hulu, artinya, masalah-masalah teknis di awal dari cabor akan coba kami selesaikan dengan cepat," terangnya. Selain itu, Basuki berharap kedepan Laboratorium Anti Doping bisa dikembangkan di Indonesia.
"Kami sadar bahwa alatnya juga mahal, tetapi kalau prosesnya memang sudah sesuai dan bisa berjalan bagus, akan kami usulkan anggaran untuk membangun laboratorium anti doping tersebut," tegasnya. (nap/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
