
Imam Nahrawi
JawaPos.com - Tim penjaringan versi Timbul Thomas Lubis mulai bekerja untuk mencari figur Ketua Komite Olimpiade (KOI) yang akan diajukan di Kongres pada 31 Oktober mendatang.
Saat ini, mereka telah menyebar formulir pendaftaran calon Ketum KOI ke cabor-cabor.
“Kami telah menyebar formulir pendaftaran calon ketum KOI ke cabor-cabor. Kami memang sengaja menerapkan sistem jemput bola, untuk mempermudah para calon untuk mendaftar,” ujar Johana Ambar, anggota tim penjaringan versi Timbul Thomas Lubis saat ditemui INDOPOS (Jawa Pos Grup) di sekertariat Tim Penjaringan perkantoran gedung Serba guna Gelora Bungkarno, Jalan Manila, Pintu Senayan, Jakarta, Kamis (8/9).
Johana Ambar yang juga Sekjen IODI (Ikatan Olahraga Dansa Indonesia) mengungkapkan, pihaknya terbuka kepada siapa saja yang ingin mengambil formulir pendaftaran menjadi Ketum KOI. Tidak hanya kepada pelaku olahraga, tetapi juga kepada khalayak umum.
“Misalnya, pak Sutiyoso dan pak Sapta Nirwanda mau mendaftar, Silahkan saja datang, kami terima dengan tangan terbuka, begitu juga dengan pak Muddai. Tapi terpilih atau tidaknya mereka adalah kongres yang menentukan, ” jelas Johana.
Dibentuknya Tim Penjaringan versi kelompok sebaguna didasari lantaran 27 anggota biasa dan 12 anggota luar biasa KOI itu mengaggapp Tim Penjaringan bentukan KOI itu tidak sesuai dengan AD/ART dan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Hotel Novotel, Bogor, Februari lalu.
“Nantinya tetap bakal ada satu kongres. Tapi, kalau ada bakal calon yang mau daftar harus ke kami. Kalau yang sudah daftar di Tim Penjaringan KOI juga daftar lagi di kami. Kalau dia tidak mendaftar lagi ya tidak bisa, tidak laku itu formulirnya,” kata Timbul ketika dihubungi, Kamis (8/10).
Terpisah, calon kuat Ketua KOI Muddai Madang tidak mau berkomentar banyak terkait tim penjaringan Timbul Cs yang membuka pendaftaran calon ketum KOI. Hanya saja, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Selatan ini mengklaim sudah berkomunikasi dengan teman-teman anggota KOI yang diketuai Doddy Iswandi ini.
“Mereka (Kelompok Serbaguna) ini adalah tim revitalisasi. Saya juga berharap pemerintah mau memediasi untuk mencari solusi dan mencari titik temu antara KOI dan teman-teman di Serbaguna,”tegas Muddai.
Sementara itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum mau ikut campur dalam konflik internal yang melanda Komite Olimpiade Indonesia (KOI) selepas Rapat Anggota Istimewa di Hotel Peninsula, Senin (29/9) lalu. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, menghimbau penyelesaian bisa dilakukan melalui jalur musyawarah.
"Memang sudah ada pihak-pihak yang meminta pemerintah untuk melakukan langkah tegas. Mungkin ini karena musimnya meminta pemerintah untuk mengambil langkah tegas. Tapi saya tetap sarankan musyawarah internal dahulu untuk kebaikan semuanya, nanti kalau sudah kronis baru kita lakukan tindakan,"ujar Menpora. (bam/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
