Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Oktober 2015 | 00.40 WIB

Menpora Lepas Tanggung Jawab Soal Kisruh KOI

Imam Nahrawi - Image

Imam Nahrawi

JawaPos.com - Tim penjaringan versi Timbul Thomas Lubis mulai bekerja untuk mencari figur Ketua Komite Olimpiade (KOI) yang akan diajukan di Kongres pada 31 Oktober mendatang. 



Saat ini, mereka telah menyebar formulir pendaftaran calon Ketum KOI ke cabor-cabor.



“Kami telah menyebar formulir pendaftaran calon ketum KOI ke cabor-cabor. Kami memang sengaja  menerapkan sistem jemput  bola,  untuk mempermudah para calon untuk mendaftar,” ujar  Johana Ambar, anggota tim penjaringan versi Timbul Thomas Lubis saat ditemui INDOPOS (Jawa Pos Grup) di sekertariat Tim Penjaringan perkantoran gedung Serba guna Gelora Bungkarno, Jalan Manila, Pintu Senayan, Jakarta, Kamis (8/9).   



Johana Ambar yang juga Sekjen IODI (Ikatan Olahraga Dansa Indonesia) mengungkapkan, pihaknya terbuka kepada siapa saja yang ingin mengambil formulir pendaftaran menjadi Ketum KOI. Tidak hanya kepada pelaku olahraga, tetapi juga kepada khalayak umum.



“Misalnya, pak Sutiyoso dan pak Sapta Nirwanda  mau mendaftar,  Silahkan saja datang, kami  terima dengan tangan terbuka, begitu juga dengan pak Muddai.  Tapi terpilih atau tidaknya  mereka adalah kongres yang menentukan, ” jelas Johana.   



Dibentuknya Tim Penjaringan versi kelompok sebaguna didasari lantaran 27 anggota biasa dan 12 anggota luar biasa KOI itu mengaggapp Tim Penjaringan bentukan KOI itu tidak sesuai dengan AD/ART dan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Hotel Novotel, Bogor, Februari lalu.



“Nantinya tetap bakal ada satu kongres. Tapi, kalau ada bakal calon yang mau daftar harus ke kami. Kalau yang sudah daftar di Tim Penjaringan KOI juga daftar lagi di kami. Kalau dia tidak mendaftar lagi ya tidak bisa, tidak laku itu formulirnya,” kata Timbul ketika dihubungi, Kamis (8/10).



Terpisah, calon kuat Ketua KOI Muddai Madang tidak mau berkomentar banyak  terkait tim penjaringan Timbul Cs yang membuka pendaftaran calon ketum KOI. Hanya saja,  Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera  Selatan ini mengklaim sudah berkomunikasi dengan teman-teman anggota KOI yang  diketuai Doddy Iswandi ini. 



“Mereka (Kelompok Serbaguna) ini adalah tim revitalisasi. Saya juga berharap pemerintah mau memediasi untuk mencari solusi dan mencari titik temu antara KOI dan teman-teman di Serbaguna,”tegas Muddai.



Sementara itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum mau ikut campur dalam konflik internal yang melanda Komite Olimpiade Indonesia (KOI) selepas Rapat Anggota Istimewa di Hotel Peninsula, Senin (29/9) lalu. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, menghimbau penyelesaian bisa dilakukan melalui jalur musyawarah.



"Memang sudah ada pihak-pihak yang meminta pemerintah untuk melakukan langkah tegas. Mungkin ini karena musimnya meminta pemerintah untuk mengambil langkah tegas. Tapi saya tetap sarankan musyawarah internal dahulu untuk kebaikan semuanya, nanti kalau sudah kronis baru kita lakukan tindakan,"ujar Menpora. (bam/JPG)

Editor: Andi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore