
Gatot S Dewa Broto (kiri) dan Menpora Imam Nahrawi
JawaPos.com - Tim Transisi PSSI sudah hampir memasuki masa purnabakti.
Ya, 18 Oktober nanti, tim yang dibentuk oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi ini akan berakhir. Namun, sampai dengan detik-detik terakhir, belum ada satu gebrakan besar yang dibuat oleh mereka.
Kondisi tersebut yang membuat wacana reshuffle di internal Tim Transisi PSSI kian menguat.
Wacana reshuffle anggota Tim Transisi PSSI itu dibenarkan oleh Gatot S. Dewa Broto Deputi V Bidang Kemitraan dan Harmonisasi Kemenpora. Gatot bahkan menyatakan bahwa dia termasuk salah satu yang akan mengisi kekosongan saat reshuffle itu terjadi.
"Saya diminta langsung oleh Pak Menteri (Imam Nahrawi, Red) untuk kembali lagi," ucap Gatot.
Pria asal Jogjakarta ini bahkan menambahkan, bukan hanya dia sendiri yang akan come back ke dalam tim reformasi sepak bola nasional itu. Namun, ada beberapa anggota Tim Sembilan PSSI yang akan bergabung dengan Tim Transisi. Tim Sembilan adalah tim yang pertama kali dibentuk oleh Menpora dalam mereformasi sepak bola nasional.
Hanya saja, Gatot enggan membocorkan siapa saja mantan anggota Tim Sembilan yang akan bergabung ke Tim Transisi PSSI nanti.
"Tunggu saatnya saja, pasti akan diumumkan secara resmi. Saya juga tidak tahu, siapa saja yang akan di reshuffle dari Tim Transisi nanti," ujar birokrat yang juga alumnus Universitas Gaja Madah ini.
Dalam perkembangan yang sama, Imam Nahrawi tidak membantak isu tersebut. Hanya saja, sama dengan Gatot, Imam enggan berbicara banyak tentang isu reshuffle tersebut.
"Tolong di keep saja dulu yah isu ini. Tapi, berkasnya sudah ada di mejaku, sedang kami kaji secara seksama," lanjut menteri asal Partai Kebangkita Bangsa (PKB) ini.
Tim Transisi PSSI dibentuk oleh Menpora sejak 8 Mei lalu, atau beberapa pekan setelah PSSI dibekukan pada 17 April. Tim yang diketuai oleh mantan pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Bibit Samad Rianto ini diperkuat oleh sejumlah profesional dengan latar belakang aktivis, pengusaha sampai dengan politikus yang berjumlah 13 orang.
Meski begitu, mereka belum membuat banyak gebrakan dalam perbaikan sepak bola nasional. Ya, mereka baru hanya menggelar turnamen Piala Kemerdekaan yang menghasilkan PSMS Medan sebagai juara pada 13 September lalu. Selain itu, belum ada terobosan berarti. Sarasehan Sepak Bola Nasional yang akan dijadikan pintu masuk Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pun, masih hanya sebatas rencana. (dik/ndi/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
