Mantan Tunggal Putri Indonesia Yuni Kartika.
JawaPos.com - Saya rasa kalau untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024, satu tiket untuk Gregoria Mariska Tunjung sudah hampir pasti didapatkan.
Saya sangat optimistis Gregoria bisa mendapatkan hasil lebih baik di Paris nanti ketimbang edisi Olimpiade Tokyo 2020 yang gugur di babak 16 besar.
Ya, kalau harus jujur, 2024 itu tahunnya Gregoria. Karena dia lagi chasing, lagi naik. Tapi, dia harus jaga kondisi. Yang paling saya takuti itu dia cedera. Itu yang harus dihindari. Cedera saat Race to Olympics bakal menjadi musibah besar bagi atlet. Apalagi main single.
Nah, kalau bicara peluang, akan selalu ada peluang. Karena Gregoria itu pukulannya susah banget loh. Pukulan pemain putri dunia yang susah diantisipasi itu menurut saya adalah pukulan Gregoria. Karena tangannya dia ini nggak kelihatan antara dia mau lock atau mau smash.
Makanya, musuhnya biar tinggi-tinggi juga nyari bola dari Gregoria itu susah. Kalau Gregoria dapat bola tinggi, biasanya musuh-musuhnya itu kesusahan, siapa pun itu. Dia juga sudah mengalahkan pemain-pemain top di tahun ini kan. Jadi, levelnya dia memang sudah di situ. Di level elite.
Sekali lagi, yang paling saya takutin itu adalah cedera. Karena biasanya kalau di Race to Olympics itu atlet memaksakan. Sebenarnya sih pemain hanya kuat dua turnamen, tapi dipaksa untuk ikut tiga beruntun. Kalau ditanya ke pemain memang siap saja, tapi sebenarnya sudah capek.
Menurutku, pemain sekarang ini mengikuti dua turnamen saja sudah bengek. Bengek bukan hanya di fisik ya, tapi lebih ke fokus dan konsentrasi. Itu yang berat. Kalau dulu zamanku main kan pindah bola. Iya berat, tapi lumayan lah masih ada pindah bola dan pressure di saya waktu itu tidak begitu tinggi.
Nah, kalau ini luar biasa pressure-nya. Jadi, persiapannya tidak hanya di fisik. Tapi juga mental, fokus, pikirkan. Karena biasanya pemain kerap cedera itu ya dari situ.
Lalu, bagaimana soal kans Putri Kusuma Wardani? Saya pikir Putri bisa saja didorong untuk tembus ke 16 besar sebagai salah satu persyaratan untuk bisa meraih tiket. Saat ini kan Putri masih di peringkat ke-35. Jauh memang. Tapi, kalau dia banyak mengikuti kejuaraan dan mendapatkan hasil yang maksimal, kan bisa saja.
Saya sangat berharap Putri bisa mendampingi Gregoria di Race to Olympics ini. Sebab, saat ini, kita tahu hanya Putri yang secara ranking tidak begitu jauh dari Gregoria. Kalaupun memang nantinya hasilnya kurang bagus, saya rasa Putri harus tetap mengikuti turnamen.
Misi lainnya untuk mendampingi Gregoria di turnamen. Gregoria tidak boleh sendiri. Tetap harus ada tandem untuk kejuaraan-kejuaraan. Harus ada yang membantu. Kalau tidak, istilahnya, nanti Gregoria ’’dikeroyok’’ terus sama pemain negara lain.
Biasanya Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok. Jadi, harus tetap ada tandem di kejuaraan-kejuaraan. Harus ada yang bantuin Gregoria.
Oleh: Yuni Kartika, Mantan Tunggal Putri Indonesia

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
