
Petenis Serbia Novak Djokovic merayakan kemenangan partai final turnamen ATP Adelaide International di Adelaide, Australia (8/1/2023). (ANTARA/AFP/Brenton Edwards/aa.)
JawaPos.com - Novak Djokovic bertekad menyamai rekor Roger Federer yang memiliki delapan gelar Wimbledon, sekaligus memperpanjang catatan mahkota turnamen major ke-24 ketika dia semakin dekat dengan Grand Slam lapangan rumput, dikutip dari ANTARA.
Baru saja mematahkan rekor bersama Rafael Nadal untuk 23 gelar Grand Slam di French Open, Djokovic yang berusia 36 tahun akan menjadi favorit di All England Club ketika dia akan memulai upayanya untuk mempertahankan gelar pada Senin (3/7) besok.
Dengan gelar Australian Open ke-10 dan Roland Garros ketiga yang dia raih musim ini, kemenangan kedelapan Wimbledon akan membuat Djokovic hanya membutuhkan US Open pada September mendatang untuk mengikuti Rod Laver yang memenangi empat turnamen major sekaligus pada 1969.
"Dia mengambil kakimu, lalu dia mengambil jiwamu, lalu dia menggali kuburmu dan kamu berada di pemakaman dan kamu mati," kata pelatih Goran Ivanisevic soal kegigihan Djokovic, dikutip dari AFP, Minggu (2/7).
Djokovic memenangi gelar dalam empat kunjungan terakhirnya ke Wimbledon dan belum pernah kalah di Centre Court sejak final 2013.
Di antara lima rival teratasnya di Wimbledon tahun ini, tidak ada yang melampaui babak 16 besar, sementara juara dua kali Nadal absen karena cedera.
Gelar major ke-24 bagi Djokovic akan membawanya sejajar dengan Margaret Court untuk gelar Grand Slam terbanyak yang dimenangi oleh satu pemain.
"Dia masih bergerak seperti kucing di lapangan. Dia ada di sana. Seperti seorang Ninja, dia ada di mana-mana. Dia akan menemukan semacam motivasi untuk menang 24, mungkin 25, entah di mana akhirnya," ujar Ivanisevic.
Petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz akan menjadi ancaman terbesar Djokovic, terutama karena petenis muda Spanyol itu kini telah memiliki gelar lapangan rumput perdananya berkat kemenangannya di Queen's akhir pekan lalu.
Namun, Alcaraz mengakui bahwa tekanan dan ketegangan menghadapi Djokovic di semifinal French Open menyebabkan kram yang memicu kekalahannya.
"Saya melihat Djokovic tidak pernah kalah dalam pertandingan di Centre Court sejak 2013 ketika dia kalah melawan Andy Murray -- jadi ini 10 tahun, gila," kata Alcaraz yang lolos ke 16 besar pada 2022 sebelum kalah dari Jannik Sinner.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022