Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Desember 2016, 18.30 WIB

Big Man versus Small Man

Andrie Ekayana dari Papas Surabaya  ditempel Yunus Gazali  dari Makassar Warriors pada acara Jawa Pos Honda Pro Tournament 2016 di DBL Arena Surabaya(14/12) lalu. - Image

Andrie Ekayana dari Papas Surabaya ditempel Yunus Gazali dari Makassar Warriors pada acara Jawa Pos Honda Pro Tournament 2016 di DBL Arena Surabaya(14/12) lalu.

JawaPos.com - Yang dinanti-nanti telah tiba. Dua partai semifinal Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2016 siap digeber sore nanti. Salah satu laga tersebut mempertemukan duo tim Kota Pahlawan, yakni Pacific Caesar Surabaya kontra Papas Surabaya.



Sebagaimana diketahui, Pacific dengan duoasingnya begitu perkasa di ajang ini. Tim asuhan Bisih tersebut menjadi satu-satunya kontestan yang tidak terkalahkan di fase grup. Dari lima laga, mereka selalu menang. Yang lebih mengerikan, mayoritas kemenangannya dengan skor telak.



Small forward asal Kanada Kevin Loiselle dan center asal Amerika Serikat Dior Alexandros Lowhorn benar-benar membuat Pacific berubah menjadi tim super. Jika mulus, tinggal dua pertandingan yang harus mereka lewati sebelum merengkuh Piala Menpora dan satu unit mobil New Honda Brio Satya sebagai hadiah kampiun ajang tersebut.



Yang menarik, dua tim itu punya dua gaya permainan kontras. Pacific sangat mengandalkan bigmanuntuk mengeksploitasi paint area lawan. Sementara itu, Papas adalah tim yang begitu dominan dengan barisan small man. Hal itu pun diakui Bisih, pelatih Pacific. "Semaksimal mungkin kami akan ajak mereka bermain post play. Lowhorn akan kami maksimalkan," ucapnya.



Pacific juga menyadari bahwa Papas punya kelebihan dalam hal shooter. Permainan tim asuhan Kencana Wukir itu, menurut Bisih, banyak bertumpu kepada trio mantan pemain tim nasional mereka, yakni Andrie Ekayana, Ary Chandra, dan Xaverius Prawiro. Plus satu shooter tajam Mei Joni. "Tampaknya, mereka juga akan mencoba zone defense untuk menghindari kami bermain di paint area," tambah Bisih.



Selain Lowhorn, pemain yang harus diwaspadai Papas tentu Loiselle. Dengan kelincahan dan tubuh atletisnya, kini dia menjadi salah seorang pemain paling bersinar di turnamen ini. Hinga kini dia mengemas 102 poin. Lowhorn mengikuti dengan mengemas 95 angka.



Kencana juga sudah sadar akan hal itu. Dia menuturkan, timnya telah menyiapkan beberapa opsi dalam defense untuk mencoba menghentikan duo pemain impor Pacific tersebut. "Kami akan paksa mereka untuk terus bermain luar. Sepeti yang saya bilang, lawan siapa pun di semifinal Papas siap. Termasuk Pacific," ucapnya.



Papas melaju ke semifinal dengan predikat runner-up grup B. Dalam lima laga, Yayan -sapaan Andrie Ekayana- dkk mengumpulkan empat kali menang dan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan Papas di fase grup terjadi saat menghadapi Flying Wheel Makassar pada hari pertama 62-67. Flying Wheel menjadi juara grup B. (irr/c4/nur)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore