
Small forward Pacific Caesar Surabaya Kevin Loiselle
Small forward Pacific Caesar Surabaya Kevin Loiselle mencuri perhatian di Jawa Pos-Honda Pro Tournament 2016. Gayanya begitu ekspresif, namun dia punya kemampuan basket berkelas. Loiselle berandil mengubah Pacific menjadi tim super.
---
PADA hari pertama Jawa Pos-Honda Pro Tournament di DBL Arena Surabaya Jumat (9/12), Kevin Loiselle membuat 22 poin, 14 rebound, dan 8 assist. Bersama pemain asing lainnya, Dior Alexandros Lowhorn, dia membawa Pacific kali pertama menang atas Aspac Jakarta.
Kemarin, pada laga kedua kontra Nusanet LT Men Go Skate Surabaya, Loiselle kembali menggila. Pemain yang berposisi sebagai small forward itu membikin triple-double 10 poin, 11 assist, dan 17 rebound. Pacific menang 96-48.
Loiselle punya skill yang komplet. Dengan tinggi 198 cm, dia cepat, atletis, pintar, dan bertenaga. Loiselle pernah mengikuti NBA draft pada 2012, seangkatan dengan bintang-bintang saat ini macam Anthony Davis (New Orleans Pelicans), Damian Lillard (Portland Trail Blazers), dan Draymond Green (Golden State Warriors).
Namun, ketika itu, Loiselle tidak terpilih. Dia lalu bermain di Kanada, membela Windsor Express mulai 2012 hingga 2015. Dalam tempo itu, Loiselle membantu timnya menjadi juara NBL Kanada. Bahkan, pada 2013, Loiselle terpilih ke dalam First-team All-NBL Kanada dan dua kali masuk skuad All-Star, yakni pada 2013 dan 2014.
Karena berselisih dengan pelatih, Loiselle meninggalkan klubnya dan berlabuh di London Lightning. Belum semusim, dia pindah lagi ke Halifax Hurricanes, lantas memutuskan terbang ke Indonesia, bermain untuk Pacific.
Salah satu ciri Loiselle adalah sangat ekspresif. Pada tengah kuarter kedua kemarin, dia tiba-tiba berdiri dari bench. Dia berteriak, mengingatkan sekaligus memberikan insruksi kepada shooting guard Pacific Aga Siedarta Wismaya yang baru saja melakukan turnover. Head coach Pacific Bisih diam saja melihat aksi tersebut.
Di momen lain pertandingan yang sama kemarin, dia meneriaki rekan setimnya, small forward Ramdhan Yudha Yuwana. Saat itu Ramdhan gagal melakukan layup. Dia memanggil Ramdhan, lantas melakukan gerakan jari telunjuk menunjuk pelipis sendiri seakan meminta Ramdhan berpikir.
Loiselle memang sangat berpengaruh di tim Pacific saat ini. Perannya begitu sentral. Bahkan, terkadang tampak melebihi Bisih, sang pelatih kepala. Di satu momen time out, Loiselle malah memegang papan strategi pelatih. ''Aku hanya ingin berbagi motivasi,'' ucap Loiselle.
Bisih juga menyatakan tidak keberatan dengan gaya Loiselle. Dia malah senang. Sebab, kehadiran pemain asal Kanada tersebut bisa memberikan banyak ilmu baru untuk peman-pemain Pacific. ''Dia suka berbagi ilmu dengan pemain-pemain lain. Tidak semua pemain asing mau seperti itu,'' ucap Bisih.
Loiselle mengatakan, semua yang dilakukan di lapangan adalah karena dirinya bermain dengan hati dan passion. ''Mungkin kadang aku sangat ekspresif. Tetapi, itu adalah bagian dari pertandingan. Kadang aku tampak marah. Tapi, sebenarnya tidak marah. Aku hanya bertanding. Ini adalah pertunjukan. Orang datang di pertandingan bukan untuk melihat orang bertanding dengan wajah datar. Tidak, mereka ingin melihat emosi, marah, cinta. Mereka ingin bersenang-senang di sini,'' ucapnya.
Gayanya memang tampak susah diatur di lapangan. Tetapi, ternyata di luar lapangan dia adalah sosok yang sangat menyenangkan dan tidak rewel. Willy Winoto, salah seorang pengurus Pacific, menyebut pemainnya itu bisa cepat menyesuaikan diri. ''Masalah makanan juga dia tidak rewel. Dikasih nasi padang dia malah doyan,'' ucap Willy.
Loiselle mengatakan, dirinya tidak hanya suka nasi padang, tetapi juga nasi goreng. ''Soto juga enak,'' tambahnya.
Sayangnya, dia belum sempat berkeliling Kota Surabaya. Pemain 28 tahun tersebut mengatakan lebih suka menghabiskan waktu di mes Pacific daripada jalan-jalan. ''Jika tidak ada latihan, aku lebih suka menyendiri. Bermain game 2K atau call of duty,'' ucapnya, lantas tertawa. (irr/c4/nur)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
