Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Januari 2018 | 23.17 WIB

Event Jogja Air Show 2018, Lanud Adisutjipto Siapkan Radar Khusus

Event Jogja Air Show siap digelar Februari mendatang - Image

Event Jogja Air Show siap digelar Februari mendatang

JawaPos.com - Kecepatan angin menjadi salah satu faktor penting dalam event tahunan Jogja Air Show (JAS) 2018 pada pertengahan Februari mendatang. Untuk memantau kondisinya, Landasan Udara (Lanud) Adisutjipto Yogyakarta pun telah menyiapkan radar satelit cuaca khusus lokal.


Kasibinpotdirga Lanud Adisutjipto Mayor Pnb Iwan setiawan yang juga sebagai Ketua JAS 2018 mengatakan radar tersebut setiap 30 menit selalu update. "Kami selalu broadcast di dunia penerbangan sekolah penerbang dan Alhamdulillah selama ini lebih presisi," katanya, dikonfirmasi Sabtu (27/1).


Ketika kecepatan angin masih dibawah 15 knot serta tanpa adanya awan Cumulonimbus (Cb), maka event nasional tersebut masih bisa dilaksanakan. "Tapi jika alam dan Tuhan bekehendak lain tentunya tidak bisa melawan alam," ucapnya.


Sebagaimana diketahui JAS 2018 yang dilaksanakan pada 17-18 Februari nanti akan menyajikan berbagai cabang olahraga kedirgantaraan di Pantai Parangtritis, Depok, dan Parangkusumo Kabupaten Bantul. Seperti paramotor, gantole, para layang, terjun payung, trike pix wing, aeromodelling, Jat, solo aerobatic, dan EC 120 B colibri.


Meski tidak melibatkan atlet-atlet dari luar negeri, namun tetap menyajikan berbagai pertunjukan menarik dan unik. Diantaranya pemecahan rekor paramotor, juga akan ada RC remote control paramotor aeromodelling.


Akan dimeriahkan juga oleh 100 atlet paralayang yang akan terbang dari Watu Bukit menuju ke Pantai Parangtritis. Untuk gantole, sedikitnya ada 25 dan terjun payung sebanyak 6 atlet. Sementara mikrolet tersedia 17 pesawat namun kemungkinan akan digunakan 12 unit saja.


Terpisah Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Djoko Budiyono mengatakan, kondisi saat ini kecepatan angin terus meningkat. Hal itu disebabkan karena adanya perbedaan tekanan udara yg cukup besar antara bagian utara equator (daratan Asia) yang bertekanan tinggi  terutama pada permukaan laut.


Kondisi ini diperkuat dengan munculnya beberapa tekanan rendah di (samudera Hindia) selatan Jawa hingga kisaran Australia juga memicu kecepatan angin di selatan Jawa termasuk Yogyakarta menjadi lebih besar.  


Kondisi ini  perlu diwaspadai selama periode puncak musim hujan di langit Yogyakarta hingga pertengahan Februari. Kecepatan angin khususnya di bagian selatan Jawa masih cukup tinggi.


Gambaran itu terlihat kecepatan angin di selatan Jawa mencapai 15-20 knot. "Kategorinya masih cukup tinggi hingga pertengahan Februari nanti," ucapnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore