
Stephen Maturen/Getty Images/AFP AKSI DAMAI: Stephen Jackson memeluk seorang perempuan setelah berbicara di Minneapolis (29/5). Foto atas, Malcolm Brogdon dan Jaylen Brown terjun langsung memimpin unjuk rasa.
JawaPos.com – Gelombang protes atas kematian tragis warga Minneapolis George Floyd terus mengemuka. Para atlet top telah menyuarakan kecaman lewat media sosial masing-masing. Namun, itu dirasa belum cukup. Tak sedikit yang memilih turun ke jalan untuk mengikuti aksi damai.
Seperti yang dilakukan bintang Boston Celtics Jaylen Brown Sabtu lalu (Minggu WIB).
Pemain 23 tahun itu langsung berunjuk rasa di jalanan Atlanta. Dia ditemani shooting guard Indiana Pacers Malcolm Brogdon dan pemain NBA G-League Justin Anderson.
Demi mengikuti aksi tersebut, Brown rela mengemudikan sendiri mobilnya selama 15 jam dari Boston menuju Atlanta.
Dari kumpulan foto yang beredar di media sosial, terlihat Brown memimpin kelompok unjuk rasa tersebut dengan membawa sebuah pengeras suara. Dia juga membawa poster bertulisan ’’I Can’t Breathe’’, kalimat terakhir Floyd sebelum tewas dianiaya polisi Minneapolis.
Photo
Bintang Boston Celtics Jaylen Brown rela turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap pembunuhan George Floyd. (Complex Sports).
’’Menjadi selebriti, menjadi pemain NBA, tidak akan menghentikan aku untuk terlibat dalam percakapan soal ini. Pertama dan terpenting, aku adalah anggota dari komunitas ini… Kami meningkatkan kepedulian orang untuk melihat ketidakadilan. Ini tidak bagus,’’ paparnya dalam sesi live di Instagram pribadinya.
’’Sebagai anak muda, kalian harus mendengarkan perspektif kami. Suara kami harus didengarkan. Usiaku 23 tahun. Aku tidak tahu jawaban dari setiap pertanyaan. Tapi, aku tahu apa yang dirasakan semua orang, tentu saja. Nggak perlu bertanya lagi,’’ tegasnya.
Sehari sebelumnya, mantan bintang NBA Stephen Jackson berpidato di depan Balai Kota Minneapolis. Pria yang meraih gelar juara NBA dengan San Antonio Spurs pada 2003 itu adalah teman dekat Floyd.
’’Sering kali, ketika polisi melakukan sesuatu yang mereka tahu itu salah, hal pertama yang mereka lakukan adalah menutupinya. Juga mengarang alasan untuk membuatnya seperti kecelakaan. Bahkan tindakan yang perlu. Sejak kapan pembunuhan itu perlu?’’ kecam Jackson dikutip AFP.
’’Tapi, kalau (yang mati itu) orang kulit hitam, nggak apa-apa,’’ imbuhnya tajam.
Bintang-bintang NBA lain ikut mengambil sikap akan aksi kekerasan polisi tersebut. LeBron James mengaku sangat sakit hati melihat rekaman video Floyd yang viral.
Dalam video itu, polisi bernama Derek Chauvin menindih leher Floyd dengan lutut dalam posisi tangan terborgol. Floyd merintih tidak bisa bernapas sebelum meninggal.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
