Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Maret 2025 | 19.03 WIB

Buya Yahya Diwisuda di Unissula Semarang

Prof. Yahya Zaenul Muarif atau Buya Yahya menjalani prosesi wisuda sarjana Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Sabtu (15/3). (Unissula/Antara) - Image

Prof. Yahya Zaenul Muarif atau Buya Yahya menjalani prosesi wisuda sarjana Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Sabtu (15/3). (Unissula/Antara)

JawaPos.com–Prof Yahya Zaenul Muarif, Lc., Ph.D yang lebih akrab disapa Buya Yahya menjalani prosesi wisuda program studi sarjana (S1) Fakultas Psikologi di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Buya Yahya diwisuda bersama ribuan wisudawan lainnya pada Upacara Wisuda 92 Unissula yang berlangsung di Auditorium Unissula, Semarang, Sabtu (15/3).

Ditemui usai diwisuda, Buya Yahya berharap bidang keilmuannya di psikologi bisa lebih banyak membantu Masyarakat. Juga semakin memperkuat ilmu keagamaan yang sudah dikuasai.

”Karena itu ilmu yang sangat dibutuhkan hari ini untuk bisa menolong saudara-saudara kita. Banyak permasalahan, ternyata tidak cukup diselesaikan dengan cara hukum-hukum agama. Tapi, ada sisi lain yang harus dibidik dari sisi psikologis, misalnya,” kata Buya Yahya seperti dilansir dari Antara.

Karena itu, meski Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, itu telah meraih gelar profesor kehormatan dari Unissula, tetap berkuliah di fakultas psikologi.

”Harapannya adalah lebih banyak orang yang rindu untuk belajar ilmu-ilmu seperti ini. Ilmu umum semuanya dan ada sinergi antara ilmu dunia sama ilmu agama. Bahkan, seorang faqih, seorang ahli ilmu agama pun tidak akan matang, kecuali mengetahui ilmu-ilmu seperti itu,” tutur Buya Yahya.

Dia mengatakan, seorang ahli ilmu agama harus terbuka untuk belajar ilmu-ilmu umum di bidang apapun. Sebab, semua ilmu pengetahuan penting untuk membantu menyempurnakan diri.

”Karena enggak mungkin kita akan memberikan fatwa pada seseorang, kecuali tahu bagaimana keadaan orang itu, ekonominya, psikologinya, dan seterusnya,” kata Buya Yahya, ulama kelahiran 10 Agustus 1973 itu.

Menurut dia, semua bidang ilmu penting untuk dikuasai dan dipelajari bergantung dengan pemijatan, mulai kedokteran, hukum, dan semuanya harus pastikan untuk membantu kemanusiaan.

”Maka, hendaknya semuanya itu harus terbuka untuk bisa belajar ilmu apapun demi menyempurnakan dirinya, untuk bisa berkhidmad pada umat lebih besar lagi, lebih bagus lagi,” tandas Buya Yahya.

Sementara itu, Rektor Unissula Prof Gunarto mengapresiasi Buya Yahya yang tertarik untuk belajar kembali bidang ilmu psikologi dan menyelesaikan pendidikan di program sarjana Unissula.

”Buya Yahya memberikan keteladanan bagi kita semuanya. Meskipun beliau sudah master, sudah doktor, profesor, beliau tetap menyelesaikan studi di program sarjana Fakultas Psikologi Unissula,” terang Gunarto.

Pada kesempatan itu, rektor menyampaikan nasihat kepada para wisudawan untuk mengamalkan ilmu yang sudah didapat selama kuliah dalam kehidupan bermasyarakat. Gunarto juga mengingatkan kepada wisudawan untuk selalu berbakti kepada orang tua yang selama ini sudah berjuang mendidik dan membiayai hingga sekarang bisa lulus dan kelak sukses.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore