
Prof. Yahya Zaenul Muarif atau Buya Yahya menjalani prosesi wisuda sarjana Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang, Sabtu (15/3). (Unissula/Antara)
JawaPos.com–Prof Yahya Zaenul Muarif, Lc., Ph.D yang lebih akrab disapa Buya Yahya menjalani prosesi wisuda program studi sarjana (S1) Fakultas Psikologi di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Buya Yahya diwisuda bersama ribuan wisudawan lainnya pada Upacara Wisuda 92 Unissula yang berlangsung di Auditorium Unissula, Semarang, Sabtu (15/3).
Ditemui usai diwisuda, Buya Yahya berharap bidang keilmuannya di psikologi bisa lebih banyak membantu Masyarakat. Juga semakin memperkuat ilmu keagamaan yang sudah dikuasai.
”Karena itu ilmu yang sangat dibutuhkan hari ini untuk bisa menolong saudara-saudara kita. Banyak permasalahan, ternyata tidak cukup diselesaikan dengan cara hukum-hukum agama. Tapi, ada sisi lain yang harus dibidik dari sisi psikologis, misalnya,” kata Buya Yahya seperti dilansir dari Antara.
Karena itu, meski Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, itu telah meraih gelar profesor kehormatan dari Unissula, tetap berkuliah di fakultas psikologi.
”Harapannya adalah lebih banyak orang yang rindu untuk belajar ilmu-ilmu seperti ini. Ilmu umum semuanya dan ada sinergi antara ilmu dunia sama ilmu agama. Bahkan, seorang faqih, seorang ahli ilmu agama pun tidak akan matang, kecuali mengetahui ilmu-ilmu seperti itu,” tutur Buya Yahya.
Dia mengatakan, seorang ahli ilmu agama harus terbuka untuk belajar ilmu-ilmu umum di bidang apapun. Sebab, semua ilmu pengetahuan penting untuk membantu menyempurnakan diri.
”Karena enggak mungkin kita akan memberikan fatwa pada seseorang, kecuali tahu bagaimana keadaan orang itu, ekonominya, psikologinya, dan seterusnya,” kata Buya Yahya, ulama kelahiran 10 Agustus 1973 itu.
Menurut dia, semua bidang ilmu penting untuk dikuasai dan dipelajari bergantung dengan pemijatan, mulai kedokteran, hukum, dan semuanya harus pastikan untuk membantu kemanusiaan.
”Maka, hendaknya semuanya itu harus terbuka untuk bisa belajar ilmu apapun demi menyempurnakan dirinya, untuk bisa berkhidmad pada umat lebih besar lagi, lebih bagus lagi,” tandas Buya Yahya.
Sementara itu, Rektor Unissula Prof Gunarto mengapresiasi Buya Yahya yang tertarik untuk belajar kembali bidang ilmu psikologi dan menyelesaikan pendidikan di program sarjana Unissula.
”Buya Yahya memberikan keteladanan bagi kita semuanya. Meskipun beliau sudah master, sudah doktor, profesor, beliau tetap menyelesaikan studi di program sarjana Fakultas Psikologi Unissula,” terang Gunarto.
Pada kesempatan itu, rektor menyampaikan nasihat kepada para wisudawan untuk mengamalkan ilmu yang sudah didapat selama kuliah dalam kehidupan bermasyarakat. Gunarto juga mengingatkan kepada wisudawan untuk selalu berbakti kepada orang tua yang selama ini sudah berjuang mendidik dan membiayai hingga sekarang bisa lulus dan kelak sukses.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
