Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Maret 2026, 16.57 WIB

Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo: jadi Presiden itu Berat

Ulama kharismatik Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya usai acara buka puasa bersama para ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3). (Setpres) - Image

Ulama kharismatik Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya usai acara buka puasa bersama para ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3). (Setpres)

JawaPos.com - Ulama kharismatik Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa bagi Presiden RI Prabowo Subianto agar diberi kekuatan dan kelapangan dalam menjalankan amanah memimpin bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Buya Yahya setelah menghadiri undangan Presiden Prabowo dalam acara buka puasa bersama para ulama dan tokoh masyarakat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3).

Menurut ulama asal Cirebon itu, menjadi pemimpin negara bukanlah tugas yang ringan. Di balik berbagai keputusan besar, ada tanggung jawab besar yang harus dipikul demi kepentingan rakyat dan masa depan bangsa.

“Yang terpenting doa. Karena jadi presiden tidak gampang, berat. Kita harus banyak mendoakan pemimpin kita agar mereka bisa sukses menjalankan tugasnya,” kata Buya Yahya.

Ia berharap, doa masyarakat dapat menjadi energi kebaikan bagi kepemimpinan nasional, sehingga Indonesia tetap berada di jalan yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

“Mendoakan agar beliau sukses, beliau berjaya, umat damai, rakyat bahagia,” ucapnya.

Buya Yahya juga menyampaikan apa yang ia sebut sebagai “pesan cinta” kepada Presiden Prabowo. Ia menekankan pentingnya menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebaikan dan kedamaian.

“Pesan cinta, kita ingin bagaimana Ramadan ini damai dan tenteram. Alhamdulillah semuanya sudah baik-baik. Ramadan kita jadikan momentum kebaikan, Ramadan damai, Ramadan penuh keindahan,” ungkapnya.

Selain itu, Buya Yahya juga menyinggung kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Ia menilai situasi di dalam negeri masih aman dan tenteram.

Menurutnya, hal tersebut tercermin dari masyarakat yang tetap dapat menjalankan berbagai kewajiban dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi, keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Indonesia nyaman. Kita bisa menjalankan tugas-tugas dan kewajiban secara pribadi, keluarga, dan kemasyarakatan. Kalau ada hal-hal lain yang berkaitan dengan luar negeri, tentu ada yang lebih mengetahui dalam hal itu,” pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore