
Iszur Muchtar. (Dok. Iszur Muchtar)
Yana Satriana Muchtar, 58, atau lebih dikenal sebagai Iszur Muchtar adalah artis multitalenta. Selain pemeran dan pelawak, dia juga penulis lagu. Lama tidak terlihat di layar kaca, Iszur Muchtar rupanya telah lama hijrah ke Malaysia. Anggota grup komedi Padhyangan atau P Project itu kini menikmati peran barunya sebagai bapak rumah tangga.
Kang Iszur apa kabar? Kegiatannya apa sekarang, Kang?
Alhamdulillah sehat. Sekarang karena konsepnya sudah pensiun dan pindah ke Kuala Lumpur (KL), jadi kesibukannya ya kegiatan bapak rumah tangga aja. Lebih ke mengembangkan hobi seperti bikin video buat Instagram, nge-drone, main musik lagi. Di luar itu ya bantu beres-beres rumah, antar istri dan anak.
Dari kapan Kang menetap di KL? Sudah tidak bolak-balik Jakarta-Malaysia lagi?
Mungkin orang-orang baru ngeh, sebetulnya di Malaysia sudah dari 2009, tapi bukan di KL dan saat itu masih bolak-balik ke Jakarta. Baru 2011 pindah KL karena anak-anak mulai kuliah dan istri diterima jadi dosen di sana. Pada 2015 sudah full menetap, istri kewalahan kalau saya tinggal bolak-balik.
Lantas bagaimana dengan karier di Jakarta? Masih menerima tawaran syuting?
Dulu awal pindah ambil sinetron stripping Putri yang Ditukar, masih ada sinetron Fortune Cookies dan sinetron SinemArt lain. Tapi, susah atur jadwalnya kalau stripping. Jadi, udah nggak bisa kalau stripping harian. Kalau film untuk 1–2 minggu seperti film Susi Susanti kemarin masih saya terima. Terakhir, habis pandemi itu sudah susah, nggak ada tawaran lagi. Kalau tawaran acara komedi di TV juga sudah nggak mungkin karena genrenya sudah beda. Lawakan sekarang lebih mengarah ke roasting. Nggak masuk di saya.
Setelah tidak terlalu aktif di dunia hiburan, apa yang jadi fokus utama Kang Iszur saat ini?
Fokus kegiatan sekitar sini aja. Isi waktunya paling main piano, menciptakan lagu walau kesulitan cari penyanyinya. Karena saya nggak bisa nyanyi. Biasanya istri yang nyanyi. Tapi, dia kerja kan. Jadi, lagu-lagunya disimpan dulu. Barangkali pas ke Indonesia ketemu teman-teman, ada yang bisa bawain. Ini juga mungkin tidak banyak yang tahu. Kalau saya lebih dulu jadi pencipta lagu daripada masuk seni peran. Baru pada tahu ketika saya cover di YouTube dan saya cantumkan kalau itu lagu saya, haha.
Tidak ingin mencoba masuk dunia hiburan di KL?
Kalau ketertarikan ada, cuma saya ikut visanya istri. Jadi, ada batasan. Tidak bisa sembarangan bekerja yang menghasilkan uang. Kalau ketahuan nggak ada izinnya, repot. Paling sesekali mengisi kegiatan di KBRI, tapi kecil-kecilan saja.
Bagaimana cara Kang Iszur tetap terhubung dengan keluarga, teman, dan fans di Indonesia?
Alhamdulillah, karena saya pensiun, jadi selama ada waktu dan uang, bisa main ke Bandung atau Jakarta. Ketemu teman sebentar. Sama teman-teman di P Project juga masih berhubungan. Baik lewat grup WhatsApp ataupun kadang ajakin kumpul di Bandung. Sama fans bisa terhubung lewat media sosial, makanya saya cukup aktif posting video, entah jalan-jalan atau main musik.
Masih ada cita-cita yang ingin diwujudkan? Dalam seni peran, musik, atau bidang lain?
Sejujurnya saya masih senang main peran. Apalagi kalau jalan ceritanya bagus. Semoga saja masih ada yang mau menawarkan main film. Saya juga punya lagu yang masih disimpan aja, semoga nanti ada yang bisa nyanyikan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
