
Sati Rasuanto (DOK. TIM HUMAS VIDA)
RISIKO kejahatan keuangan bisa dialami siapa saja, termasuk perempuan. Apalagi, literasi digital dan keuangan belum merata di tengah meningkatnya penggunaan layanan fintech.
Bagi Co-Founder dan CEO Vida Sati Rasuanto, itu menjadi tantangan untuk berinovasi dalam menghasilkan teknologi yang inklusif dan ramah bagi berbagai gender.
Dengan begitu, kata Sati, pengguna layanan digital, khususnya perempuan, dapat melakukan proses onboarding dalam platform digital secara mudah, aman, dan nyaman. ”Tanpa adanya bias dan kendala terkait teknologi deteksi verifikasi identitas” ujarnya belum lama ini.
Menurut Sati, meningkatnya jumlah perempuan sebagai korban platform pinjaman dan investasi online ilegal menunjukkan rendahnya literasi keuangan dengan berbagai latar belakang yang perlu diperhatikan. Baik itu oleh pelaku bisnis industri fintech maupun pemerintah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
