JawaPos.com - Menyukai makanan pedas adalah hal yang lumrah di Indonesia. Bahkan makanan ini menjadi salah satu jenis yang terpopuler di negeri ini.
Makanan ini umumnya mengandung cabai, lada, atau rempah lainnya seperti jahe. Terdapat banyak makanan khas Indonesia yang cocok dibuat pedas seperti bakso, mie, seblak hingga ayam geprek.
Sensasi panas hingga rasa terbakar pada lidah membuat penikmatnya ingin terus mengulang memakannya.
Bahkan terdapat beragam video yang memperlihatkan seorang content creator terutama yang fokus pada bidang kuliner mengonsumsi makanan pedas untuk memperlihatkan seberapa kuat mereka.
Tren ini menarik karena terbukti banyak orang yang mengikuti untuk membuat konten dengan topik yang sama.
Uniknya pedas bukan sebuah rasa seperti manis, asam, dan asin namun sebuah kondisi yang tercipta karena lidah memiliki reseptor suhu yang berbeda ketika datangnya makanan pedas.
Menurut Psikolog Dr Jen Nash yang dikutip dari THE List, selera orang dapat menunjukkan banyak hal tentang seperti apa mereka.
Lalu bagaimana dengan anda? Apakah anda salah satu penikmat makanan pedas?
Saat makan tanpa cabai merasa hambar karena ada yang kurang, selalu mencari-cari sambal saat mulai makan, dan memiliki kecanduan saat menikmati makanan pedas.
Kalau anda salah satu dari sekian banyak penggemar makanan pedas, anda harus tahu bawa terdapat dua kemungkinan kepribadian yang ada pada diri anda. Perhatikan penjelasannya berikut ini:
1. It might mean that you're a sensation seeker (Mungkin berarti bahwa anda adalah orang pencari sesasi)
Sebuah penelitian dari Nadia Byrnes Pennsylvania State University yang dikutip dari THE Line mengemukakan hasil saat Byrnes mensurvei sekelompok orang yang berjumlah 184 peserta.
Mereka diberi capsaicin (komponrn aktif dari cabai) berukuran 25 mikrometer. Intensitas makanan pedas ditingkatkan secara bertahap. Kemudian yang terjadi adalah mereke mendokumentasikan tanggapannya.
Di samping itu, Byrnes juga menyampaikan bahwa semakin mengiritasi suatu makanan maka semakin sedikit orang yang menyukainya. Namun pernyataan ini ternyata tidak selalu terjadi.
Penggemar makanan pedas justru sebaliknya, mereka tampak merasa kenikmatan dalam rasa sakitnya.
Dua motivasi berbeda antara pria dan wanita juga diungkap dalam studi ini. pada wanita menikmati makanan pedas bisa terjadi karena faktor intrinsik. Ini terkait dengan pencarian sensasi.
Sementara itu, pria menikmati makanan pedas karena faktor ekstrinsik. Ini berhubungan dengan bagaimana hal itu membuat para pria terlihat di mata orang lain.
2. Challenge seeker (Pencari tantangan)
Bagi anda penggemar makanan pedas, bisa jadi anda termasuk dalam kategori orang penyuka tantangan yang memacu adrenalin.
Seorang ahli kuliner Alissa Nolden yang dikuti dari THE List berpandangan bahwa menikmati makanan pedas itu memiliki kesamaan dengan menaiki rollercoaster. Sebuah aktivitas yang memacu adrenalin.
Oleh sebab itu penggemar makanan pedas memiliki kecenderungan untuk menaklukkan makanan tersebut hingga tandas karena menganggapnya sebagai tantangan.
***