Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Agustus 2021 | 17.04 WIB

Usia Itu Cuma Sebuah Angka

ANGGER BONDAN-ALLEX QOMARULLA-HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS - DARMONO/JAWA POS RADAR MALANG) - Image

ANGGER BONDAN-ALLEX QOMARULLA-HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS - DARMONO/JAWA POS RADAR MALANG)

Melihat posisi mereka, terbuka kemungkinan pemain termuda bisa berduel langsung melawan pemain tertua di Liga 1 musim ini. Kalau saja ada lawatan ”Dari Sabang sampai Merauke”...

---

SAAT Ronaldo Kwateh berusia 3 bulan, Ismed Sofyan sudah menjadi penggawa tim nasional (timnas). Ismed yang kala itu berusia 25 tahun turut membawa skuad Garuda ke final Piala AFF 2004 meski kemudian kalah dari Singapura.

Kini, 16 tahun berselang, Liga 1 mempertemukan keduanya dalam satu ajang. Ronaldo membela Madura United sebagai pemain termuda pada musim ini. Sebaliknya, Ismed pada usia 42 tahun dan masih berkostum Persija Jakarta merupakan pemain tertua.

Capaian Ismed itu terbilang luar biasa. Di liga mana pun di dunia, jarang sekali pemain berusia kepala empat masih aktif bermain di liga tertinggi. Sebagai pemain inti lagi. Di posisi bek kanan pula, yang otomatis dituntut turun-naik menyisir garis lapangan sepanjang pertandingan.

Di sisi lain, keberhasilan Ronaldo menembus skuad inti di usia demikian belia juga patut diapresiasi. Apalagi sebagai striker, posisi yang pasti harus bersaing dengan pemain asing. Dibutuhkan talenta dan mental di atas rata-rata. ”Persaingan bakal berat. Kalau diberi kesempatan, saya akan maksimalkan,” kata putra Roberto Kwateh, mantan pemain kelahiran Liberia yang lama malang melintang di Liga Indonesia, tersebut.

Termuda, tertua, tertinggi, terpendek. Banyak sekali sisi lain Liga 1 musim ini. Sayangnya, karena Liga 1 memakai sistem bubble, tak ada laga away terpanjang kali ini. Padahal, ada Persipura Jayapura di ujung timur dan Persiraja Banda Aceh di ujung barat. Lawatan keduanya ke kandang masing-masing senapas dengan lirik lagu yang menggambarkan kesatuan sekaligus betapa luasnya Indonesia sebagai negeri kepulauan: Dari Sabang sampai Merauke.

Untuk urusan pemain muda, Persik Kediri juga patut digarisbawahi. Klub berjuluk Macan Putih itu tercatat sebagai tim dengan rata-rata usia pemain termuda di Liga 1, yakni 23,03 tahun. Meski begitu, untuk keseimbangan, Macan Putih tetap butuh kehadiran para pemain senior sebagai pembimbing di lapangan. O.K. John, misalnya.

Bek naturalisasi 38 tahun itu sudah kenyang pengalaman di Liga 1. Bagi dia, contoh tak hanya bisa diberikan di lapangan. Tetapi juga di luar lapangan. Misalnya, pola hidup sehat. ”Kalau dulu waktu masih muda, mungkin saya bisa makan apa saja. Tapi, sekarang pola makan harus benar-benar dijaga,” ucap mantan bek Persebaya Surabaya tersebut.

Dan, siapa tahu, melihat posisi bermain mereka, si pemain muda juga bakal berkesempatan berduel dengan si pemain tertua. Yang bisa jadi momentum pembuktian: bahwa Ronaldo memang layak masuk skuad inti; bahwa umur itu cuma sebuah angka bagi Ismed.

Kalau umur cuma urusan angka, ukuran juga tak pernah menjadi masalah. Gelandang Persebaya Rendi Irwan adalah contoh terbaik untuk itu. Dengan tinggi badan 156 sentimeter dan rutin menjadi pemain terpendek, toh kariernya awet. Bahkan pernah menembus timnas. ”Ada Maradona, ada Messi (yang juga pendek). Ya, size doesn’t matter kan. Hahaha,” katanya, lantas tergelak.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore