
Persiraja meminta PT LIB mengubah jadwal pertandingan ke malam hari.
JawaPos.com - Sebagai salah satu peserta babak 8 besar Liga 2 2018, Persiraja Banda Aceh merasa kecewa dengan penjadwalan yang dilakukan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Pasalnya, dalam jadwal yang mereka terima, pertandingan dilangsungkan pukul 15.30 WIB.
Dalam draft jadwal yang telah diterima manajemen Persiraja, kick off laga kandang yang dilangsungkan di Stadion H Dimurthala dilakukan pukul 15.30 WIB. Hal ini jelas bertentangan dengan Syariat Islam yang berlaku di wilayah Nanggroe Aceh Darussalam.
Jadwal ini tentu tak seperti biasanya. Karena, Persiraja musim ini selalu memainkan pertandingan setiap pukul 20.30 WIB, setelah shalat isya. Alhasil, jadwal babak 8 besar yang rencana dihelat pukul 15.30 WIB mendapat respons dari manajemen Persiraja.
Manajemen klub berjuluk Laskar Rencong pun langsung mengirim surat resmi kepada PT LIB. Sebagaimana disampaikan Presiden Klub Persiraja, Nazaruddin, kepada awak media.
“Saya sudah memerintahkan Sekretaris Umum (Sekum) untuk segera buat surat perubahan jadwal kick off. Tidak mungkin pertandingan dimulai pukul 15.30, itu sangat mengganggu ibadah. Ibadah adalah nomor satu dan yang paling utama, maka kami tidak setuju kalau sepak bola mengganggu ibadah," ujar Nazaruddin yang karib disapa Dek Gam ini.
"Jadi suratnya sudah dikirimkan ke PT LIB dan PSSI. Kalau mereka memahami kekhususan Aceh selaku daerah syariat Islam, maka mereka harus menyetujui permintaan kita. Apalagi Banda Aceh sebagai Ibu Kota Provinsi akan menjadi contoh atau model kabupaten kota yang lain," sambung Dek Gam.
Permintaan Persiraja ini berpatokan kepada Peraturan Daerah Provinsi Aceh, Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Syariat Islam. Peraturan ini dikuatkan dengan Peraturan Wali kota Banda Aceh, Nomor 11 tahun 2017, tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, tentang ketentuan pemakaian Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh. Sehingga laga bisa dihentikan bila bertentangan dengan pelaksanaan Syariat Islam.
Berikut isi surat yang dikirim kepada PT. LIB:
1. Pemberlakuan Syariat Islam di Aceh mengharuskan semua kegiatan, terutama yang menyangkut keramaian harus disesuaikan dengan jadwal ibadah terutama menyangkut shalat lima waktu. Jadwal yang dikeluarkan PT. LIB mengenai pertandingan yang harus diselenggarakan pukul 15.30 WIB, sangat tidak memungkinkan dilaksanakan karena dapat mengganggu dua waktu shalat, yaitu shalat ashar dan shalat magrib. Hal ini akan dapat berdampak buruk pada citra Persiraja Banda Aceh. Persiraja akan dianggap sebagai klub yang tidak taat pada penegakan Syariat Islam, akan sangat berdampak bagi keberlangsungan klub Persiraja, terutama pendapatan dari pemasukan tiket.
2. Pemerintah Kota Banda Aceh, melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga sebagai pemilik dan pengelola Stadion H. Dimurthala Lampineung Banda Aceh, juga tidak memberi izin penyelenggaraan pertandingan pada sore hari, karena pertandingan Liga akan menghadirkan belasan ribu penonton dan tidak boleh mengganggu pelaksanaan ibadah, apalagi keberadaan Stadion yang sangat berdekatan dengan Mesjid Agung Kota Banda Aceh. Hal ini disampaikan kepada kami melalui surat Nomor 426/439 Tanggal 22 Oktober 2018 (Terlampir), yang intinya menyampaikan bahwa Pelaksanaan Kegiatan sepak bola harus menghormati dan sesuai dengan Qanun/Perda Provinsi Aceh Nomor 5 tahun 2000 tentang: Pelaksanaan Syariat Islam yang diperkuat oleh Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 11 Tahun 2017 Tentang: Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.
3. Berdasarkan hal tersebut di atas kepada pihak PT. Liga Indonesia Baru, sebagai operator Liga dengan ini kami meminta agar jadwal Kick Off pertandingan Home Persiraja Banda Aceh dapat diubah menjadi pukul 20.15 WIB, mengingat semua pertimbangan yang sudah kami sampaikan di atas.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
