Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2020 | 01.42 WIB

Pemain Persela Lamongan Diminta Rapid Test Mandiri

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Mayoritas pemain Persela Lamongan masih berada di kampung halamannya. Tapi, mereka harus siap-siap kembali berlatih. Sebab, manajemen tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu sudah menentukan jadwal latihan.

’’Kami akan menggelar latihan pada 1 September,’’ kata Asisten Manajer Persela Agus Hariono kepada Jawa Pos.

Rencananya, latihan masih tetap dipusatkan di Lamongan. Itu artinya, para pemain sudah harus kembali dalam waktu dekat. Paling tidak, dua hari sebelum latihan perdana digelar, mereka sudah berada di Lamongan.

Biasanya, sebelum latihan digelar, setiap klub melakukan tes kepada seluruh pemainnya. Entah itu rapid atau swab. Hanya, manajemen Persela belum berencana melakukan hal itu.

Mereka malah berharap setiap pemain sudah melakukan rapid test di kampung halaman masing-masing. Setelah itu, baru mereka boleh kembali ke Lamongan.

’’Ketika masuk mes, diharapkan semua pemain sudah bawa hasil rapid test,’’ tambah Agus. Hal itu dilakukan untuk mempersingkat persiapan.


Dengan begitu, saat pemain sudah datang, latihan tinggal jalan. Kondisi itu memang bisa dimaklumi. Sebab, rencana awalnya, Persela sempat ingin menggelar latihan awal Agustus lalu. Tapi, ternyata latihan barus bisa digelar bulan depan.

Artinya, persiapan skuad Laskar Joko Tingkir hanya satu bulan. Padahal, pelatih Persela Nil Maizar sempat menyebut persiapan yang ideal adalah dua bulan. Karena itu, persiapan satu bulan dianggap sangat mepet. Kapten Persela Eky Taufik tidak menampik hal tersebut.

Lalu, apakah hal itu berdampak bagi pemain? ’’Pasti nanti ada dampaknya bagi pemain. Karena waktu persiapan kurang panjang. Tidak ideal,’’ kata pemain asli Sragen itu saat dihubungi Jawa Pos.

Kondisi fisik pemain jelas jadi problem sendiri. Sebab, kali terakhir skuad Persela berlatih pada Maret lalu. Belum lagi chemistry antar pemain. Kekompakan harus kembali terjalin dalam waktu satu bulan saja. Jelas bukan perkara mudah menyatukan chemistry dalam waktu singkat.

Meski bakal berat, Eky ogah mengeluh. Dia justru menganggap persiapan yang minim justru jadi tantangan yang harus ditaklukkan.

’’Ini jadi pekerjaan rumah bagi semua pemain. Tantangan bagi pelatih dan pemain juga,’’ jelas pemain kelahiran 15 Februari 1991 tersebut.

Karena itu, dia meminta semua pemain tidak terbebani jika persiapan bakal minim. Sebab, Persela harus tetap tampil maksimal di Liga 1 2020. ’’Kami harus mampu menikmati semua prosesnya,’’ jelas Eky.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore