
Tim Nasional Indonesia jalani latihan perdana di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Sabtu (1/5/2021). (Pssi.org/antara)
JawaPos.com – Korea Utara (Korut) resmi mengundurkan diri dari kualifikasi Piala Dunia 2022. Hal itu sudah diumumkan AFC per Minggu (16/5).
Mundurnya Korut tak lepas dari pandemi Covid-19. Pasukan Yun Jong-su sebelumnya tercatat sebagai peserta grup H dengan torehan delapan poin dan bertengger di peringkat keempat.
Korut hanya terpaut satu angka dari Turkmenistan yang menempati puncak klasemen dengan 9 poin. Namun, mereka memiliki poin yang sama dengan Korsel (8) dan Lebanon (8).
Nah, mundurnya Korut akan berpengaruh terhadap seluruh peserta kualifikasi zona Asia. Sebab, ada dua skenario yang bakal dipilih. Pertama, torehan poin Korut akan dihapus yang sekaligus bakal membuat tim tersebut menjadi juru kunci grup H.
Selain itu, pertandingan para peserta yang menghadapi Korut dianggap tak pernah digelar. Karena itu, poin-poin yang diraih peserta dari Korut juga dibatalkan.
Jika berlaku di grup H, sangat mungkin itu juga diterapkan di seluruh grup. Yakni, pertandingan melawan juru kunci dari tiap-tiap grup akan dihapus.
Kalau itu diterapkan, peserta grup G yang diisi Vietnam, Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Indonesia juga akan terkena imbasnya. Semua pertandingan melawan skuad Garuda akan dianggap tak pernah terjadi.
Hal itu lantaran timnas menduduki posisi terbawah tanpa mengoleksi satu poin pun dari lima laga. Namun, bagi Indonesia, mundurnya Korut tidak berdampak apa pun. Sebab, timnas sudah dipastikan tidak lolos. Kendati demikian, timnas tetap menargetkan tiga kemenangan untuk mendongkrak ranking FIFA.
Indonesia menyisakan tiga laga di kualifikasi Piala Dunia 2022 grup G. Yakni, menghadapi Thailand (3/6), Vietnam (7/6), dan Uni Emirat Arab (11/6). Nah, laga melawan Vietnam menjadi partai yang paling dinanti Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu masih ingat betul bagaimana kekalahan timnas Indonesia pada laga SEA Games 2019. Dua kali skuad Garuda takluk. Yakni, 1-2 saat di fase grup dan 0-3 di babak final. Karena itu, dia tak ingin timnas menelan hat-trick kekalahan dari Vietnam.
Misi yang sulit. Pasalnya, Vietnam memiliki ranking FIFA yang jauh lebih baik ketimbang Indonesia. Vietnam berada di posisi ke-94. Sementara itu, Indonesia masih bertengger di peringkat ke-173. Vietnam juga ditangani pelatih asal Korea Selatan Park Hang-seo. ’’Dendam secara olahraga, secara sepak bola, ekspektasi kemarin cukup tinggi di SEA Games,’’ ucap Iwan Bule.
Iriawan masih kesal karena di laga final tim lawan bermain kasar yang membuat Evan Dimas sebagai pemain kunci mengalami cedera di awal-awal laga. ’’Begitulah permainan sepak bola. Ada taktik, strategi, dan teknik,” imbuhnya.
Karena itu, dia berharap, saat pertandingan nanti, tidak ada lagi pemain yang sampai mendapat cedera ketika bentrok dalam laga penting. Selain Evan, kini ada satu pemain yang dianggapnya punya peran bagus bagi tim. Yaitu, Pratama Arhan. ’’Dia bagus, luar biasa, jadi itu kira-kira harapan kepada mereka,” tuturnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
