Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 April 2019 | 22.42 WIB

Persebaya Dituntut Copot Miswar Saputra

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Miswar Saputra dianggap sudah tidak layak lagi untuk mengawal gawang Persebaya Surabaya. Kiper asal Aceh itu berulang kali melakukan blunder. Puncaknya ketika dia melakukan kesalahan konyol yang membuat Persebaya hanya bermain imbang melawan Arema FC, Selasa (9/4) sore WIB.

Sejak Piala Presiden 2019, Miswar sering membuat gemas karena kesalahan-kesalahan elementer yang dia perbuat. Padahal, sebagai orang terakhir di pertahanan Persebaya, Miswar dituntut tampil sebagus mungkin.

Puncak dari kekesalan Bonek terhadap Miswar terjadi pada leg pertama final Piala Presiden 2019 kontra Arema FC. Kiper yang sudah membela Persebaya sejak 2017 itu tercatat tiga kali membuat kesalahan.

Pertama saat dia memberikan umpan lambung kepada Irfan Jaya. Padahal Irfan dalam posisi yang belum siap. Blunder kedua terjadi pada menit ke-60. Miswar dengan cerobohnya memberikan umpan kepada Ricky Kayame.

Padahal, Ricky yang pernah membela Persebaya pda 2017-2018 itu, kini memperkuat Arema FC. Beruntung Ricky terlalu lama untuk memaksimalkan peluang itu. Sehingga bola berhasil direbut M Syaifuddin.

Blunder ketiga adalah yang paling fatal. Miswar gagal mengantisipasi tendangan bebas Makan Konate dari jarak jauh. Karena posisinya terlalu ke depan saat mengantisipasi free kick, membuat dia gagal menangkap bola.

Blunder ketiga ini yang membuat Persebaya kehilangan kemenangan di kandang sendiri. Bonek yang ada di stadion maupun di dunia maya pun beramai-ramai menuntut Persebaya mencopot Miswar dari posisi kiper utama.

“Wajar bila Bonek menyuarakan seperti itu. Sebab Miswar ini seolah tidak ada peningkatan. Segitu saja performanya,” kritik Oryza A Wirawan, pemerhati Persebaya, Rabu (10/4) pagi.

“Dia maunya jadi sweeper keeper, tetapi ketika mengoper bola tidak berpikir panjang. Syarat sweeper keeper itu bisa baca permainan, tahu kapan harus keluar, komunikasi bagus dan tidak mudah panik. Miswar masih harus belajar lagi,” jelas penulis buku Drama Persebaya itu.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore