alexametrics
Dianita Ajeng Astiwi

Persebaya Tak Kunjung Ajukan Tawaran, Akhirnya Hengkang ke Arema FC

1 Desember 2020, 14:50:56 WIB

JawaPos.com – Arema FC benar-benar serius mempersiapkan tim putrinya. Arema baru merekrut pemain tim nasional, Shafira Ika Putri.

Tapi, rekrutan tahun ini bukan hanya Shafira. Ada beberapa nama lain. Satu satunya adalah Dianita Ajeng Astiwi. Pemain berusia 22 tahun itu musim lalu memperkuat tim putri Persebaya Surabaya.

Setelah Liga 1 musim 2019, Dianita menetap di Surabaya. Dia juga masih menjalin komunikasi dengan rekannya di Persebaya Putri. Kemenpora kemudian berencana menggelar Kartini Cup pada 7–14 Oktober.

Saat tahu ada turnamen, Dianita menunggu tawaran dari Persebaya. ”Karena kontrak saya kan habis setelah Liga 1 Putri selesai,” katanya kepada Jawa Pos.

Ternyata, tidak kunjung ada tawaran dari manajemen Persebaya Putri. Tak lama berselang, tawaran malah datang dari Arema FC Putri. Mereka ingin Dianita bergabung. ”Akhirnya saya terima,” tambah pemain asli Banyuwangi itu.

Dianita bergabung ke Arema FC Putri pada September lalu. Dua pekan pascagabung Arema, manajemen Persebaya baru memberi tawaran.

”Manajemen Persebaya ingin aku gabung lagi buat ajang Kartini Cup. Tapi kan sudah telat,” tambah mahasiswi Universitas Negeri Surabaya itu.

Karena sudah berseragam Arema, Dianita mau tidak mau harus bersikap profesional. ”Ya saya tolak. Saya bilang kalau saya sudah ada kontrak sama Arema,” tambah pemain kelahiran 3 Juni 1998 tersebut.

Bersama Arema, Dianita jadi pilihan utama. Dalam turnamen segi empat di Banyuwangi (26/11), pemain yang berposisi sebagai gelandang itu mencatatkan satu assist. Dia turut membawa Arema FC Putri menjadi juara.

Manajer Persebaya Putri Ali Smith sudah mendengar kabar itu. Dia tahu Dianita menyeberang ke tim rival. Padahal, dia ingin mempertahankan pemainnya tersebut.

”Tapi, kami (Persebaya, Red) tidak bisa mengikat (kontrak). Karena dari manajemen Persebaya belum ada arahan untuk itu (melakukan kontrak pemain),” katanya saat dihubungi Jawa Pos.

Ali mengaku maklum. Toh, menurutnya kondisi sepak bola tanah air saat ini sedang tidak pasti. Termasuk, kapan Kartini Cup akan benar-benar digelar. ”Sampai saat ini kan belum ada kepastian. Kapan turnamen digelar? Kalau sudah ada itu (kepastian, Red), baru kami bisa mulai membentuk tim,” ungkap pria yang juga CEO tim internal Haggana tersebut.

Ali menjelaskan, saat ini skuad Persebaya Putri masih sering melakukan uji coba. Tapi, tidak memakai nama Persebaya Putri. ”Kami pakai nama Bajul Ijo,” katanya.

Hal itu dilakukan karena belum ada lampu hijau dari manajemen soal pembentukan tim Persebaya Putri. Soal pemain, Ali sama sekali tidak khawatir. ”90 persen pemain kami musim lalu masih akan bertahan,” jelasnya.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : gus/c13/ali


Close Ads