
GIANLUIGI DONNARUMMA - UGURCAN CAKIR (FLIPPO MON TEFORTE-CHARLY TRIBALLEAU/AFP)
JawaPos.com – Dino Zoff mengantarkan Italia juara Piala Eropa 1968 dan Piala Dunia 1982. Gianluigi Buffon juga membawa Gli Azzurri ke puncak dunia hampir seperempat abad kemudian di Piala Dunia 2006. Jadi, jangan bandingkan dulu Gianluigi Donnarumma dengan dua seniornya sesama penjaga gawang itu.
Euro 2020 ini bahkan debutnya dalam turnamen mayor bersama Gli Azzurri.
Bak kembang, kiper jangkung itu baru mekar. Tapi, langkah awal agar kariernya bisa seharum Gigi –panggilan Buffon– dan Zoff bisa dimulai Gigio –sapaan akrab Donnarumma– dini hari nanti WIB dalam laga pembuka melawan Turki.
Terlebih jika portiere 22 tahun itu mampu meneruskan catatan clean sheet-nya bersama Azzurri. Gigio tak kemasukan dalam enam penampilan terakhir bersama skuad asuhan Roberto Mancini tersebut. Mulai melawan Polandia (16/11/2020), Bosnia-Herzegovina (19/11/2020), Irlandia Utara (26/3), Bulgaria (29/3), Armenia (1/4), dan Republik Ceko (5/6).
’’Gigio tak akan kehilangan momentum itu (clean sheet), sekalipun ini yang pertama baginya (bermain di Euro),’’ sebut bek sayap Italia Alessandro Florenzi kepada Sky Sport Italia.
Sejarah mencatat, hanya ada empat portiere Italia yang mengawali debut di turnamen mayor dengan tidak kemasukan. Selain Zoff saat debutnya di Piala Eropa 1968 dan Buffon pada Piala Dunia 2002, ada Lorenzo Buffon di Piala Dunia 1962 serta Enrico Albertosi pada Piala Dunia 1966.
Florenzi meyakini fokus kawan setimnya itu tak akan tergoyahkan dalam duel melawan Turki. Sekalipun dia digoyang dengan banyak kabar mengenai statunya sebagai kiper AC Milan yang dalam incaran Paris Saint-Germain, klub yang kini juga dibela Florenzi.
Zoff, seperti dikutip dari Football Italia, menyebut Gigio memiliki potensi jadi salah satu kiper top dunia. Tapi, belum sekarang. ’’Masih banyak yang harus dia buktikan. Baik itu di level klub ataupun ketika dia memperkuat timnas,’’ ucap Zoff yang diketahui sering memberi wejangan kepada Gigio.
Setali tiga uang dengan Gigio, di antara tiga kiper Turki yang dibawa pelatih Senol Gunes dalam Euro kali ini, tak satu pun yang juga pernah bermain di ajang empat tahunan tersebut. Bahkan juga belum pernah main di turnamen mayor apa pun. Baik itu Mert Gunok, Altay Bayindir, maupun Ugurcan Cakir.
Baca juga: Rumah Judi dan Supercomputer Prediksi Prancis jadi Juara Euro 2020
Rata-rata jumlah penampilan mereka pun tak lebih dari 23 caps. Dan, di antara tiga kiper Turki itu, Cakir yang rekam jejaknya paling bagus pun cuma mampu mencatatkan dua kali clean sheet dari lima penampilan terakhir. Gunok hanya sekali tak kebobolan, juga dalam lima penampilan terakhir. Sedangkan Bayindir dengan sekali caps juga tak mencatat clean sheet.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
