Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 April 2023 | 18.14 WIB

Timnas U-20 Dibubarkan, Pemain Curhat ke Presiden Ingin Kuliah hingga Jadi PNS

LATIHAN TERAKHIR: Presiden Jokowi didampingi Ketum PSSI Erick Thohir dan coach Shin Tae-yong menemui skuad timnas U-20 di SUGBK, Jakarta, kemarin. - Image

LATIHAN TERAKHIR: Presiden Jokowi didampingi Ketum PSSI Erick Thohir dan coach Shin Tae-yong menemui skuad timnas U-20 di SUGBK, Jakarta, kemarin.

JawaPos.com – Di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, kemarin (1/4) sore, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi semangat para pemain timnas setelah kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Sekitar sepuluh menit presiden sempat berbincang dengan pelatih timnas U-20 Indonesia Shin Tae-yong (STY).

”Tadi saya sampaikan bahwa ke depan kita ingin memiliki tim yang dibangun sejak awal secara terus-menerus dan berkepanjangan. Sehingga kita punya sebuah timnas yang betul-betul siap,” tutur Jokowi. Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama jajarannya turut mendampingi presiden.

Dengan usia pemain yang masih muda, kata Jokowi, perjalanan mereka masih panjang. Para pemain timnas U-20 tidak boleh patah arang. ”Mereka masih bisa main di SEA Games. Masih bisa main di Asian Games. Masih bisa main di AFF Cup. Masih bisa main juga di Olimpiade,” jelas dia.

Selain memotivasi, Jokowi mendengarkan keluh kesah para pemain. Presiden mendengarkan secara saksama ungkapan hati maupun keinginan mereka. Beberapa di antaranya ada yang ingin kuliah. ”Beberapa dari mereka ada juga yang ingin masuk ke Polri, TNI, maupun PNS. Itu saja,” ungkapnya.

Presiden juga mendengarkan pemaparan STY mengenai kondisi terkini skuad Garuda Nusantara. Secara teknis, kualitas timnas U-20 masih perlu ditingkatkan. ”Masih ada titik-titik lemah yang perlu diperbaiki, baik dari sisi fisik maupun skill. Tapi, ada sebuah perbaikan yang mendasar di sisi skill. Sehingga persiapan mereka untuk ikut dalam sebuah kompetisi sangat siap,” papar Jokowi.

Di tempat yang sama, STY mengapresiasi perhatian yang diberikan Presiden Jokowi. Pelatih asal Korea Selatan itu menilai Jokowi sebagai sosok pemimpin yang sangat peduli terhadap sepak bola nasional. ”Pak Presiden selalu menonton pertandingan timnas. Beliau melihat perkembangan yang baik,” katanya. ”Tapi, sangat disayangkan, Piala Dunia U-20 tidak bisa digelar di sini. Sehingga timnas Indonesia tidak bisa ikut ajang tersebut. Karena itu, setelah ini timnas U-20 akan dibubarkan,” lanjut STY.

Meski demikian, STY berharap program naturalisasi terhadap tiga pemain keturunan tetap dilanjutkan untuk memperkuat timnas U-20. Ketiganya adalah Justin Hubner, Ivar Jenner, dan Rafael Struick.

Timnas U-20 dibentuk sejak Januari 2020 dengan pemanggilan dan seleksi. Sebanyak 34 pemain terpilih untuk mengikuti pemusatan latihan (training center). Timnas U-20 lantas beberapa kali melakukan pemusatan latihan, termasuk sebulan di Korea Selatan dan dua bulan di Turki dan Spanyol.

Marcelino Ferdinan dkk juga ikut berlaga di Piala Asia U-20 2023 di Uzbekistan meski tersingkir karena kalah head-to-head dengan Iraq. STY juga sempat memanggil 30 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan Piala Dunia U-20 pada pertengahan Maret lalu. (fiq/c9/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore