Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 November 2015 | 17.50 WIB

Ternyata Begini Cara Klub Tersukses La Liga Kelola Aset Mereka

Photo - Image

Photo

Jawapos.com- Bagi Barcelona dan Real Madrid, suporter tak hanya berfungsi sebagai penonton pertandingan. Mereka punya kekuasaan dahsyat. Yakni turut menentukan siapa presiden klub berikutnya, plus mempengaruhi kebijakan transfer pemain. Disebut-sebut sebagai paling sistem ideal.                               



DI balik sukses Barcelona dan Real Madrid, tidak ada nama pemilik modal seperti Sheikh Mansour atau Roman Abramovich sebagai penguasa. Yang paling berkuasa di kedua klub raksasa La Liga itu adalah suporter.



Ya, fans tidak hanya sekedar datang ke stadion, mengeluarkan uang untuk membeli tiket dan menonton pertandingan (lalu menggerutu apabila tim kesayangannya kalah). Mereka bisa ikut menjadi bagian dari kinerja klub dengan cara bergabung menjadi socios.



Secara harfiah, socios berarti mitra atau anggota. Dalam konteks Real dan Barca, socios adalah anggota resmi klub. Dengan menjadi socios, maka fans bisa turut menentukan hidup dan mati klub.



''Tidaklah tepat menyerahkan pengelolaan klub hanya kepada satu orang,'' ucap Presiden Real Florentino Perez, dikutip dari situs periodistas-es.com.

Selain Real dan Barca, ada dua klub lain yang juga memiliki socios dalam struktur klubnya. Yakni Athletic Bilbao dari La Liga, dan Osasuna yang kini bermain di Segunda Division.



Syarat menjadi socios tidaklah susah. Cukup membayar iuran tahunan. Dan berkewarganegaan Spanyol (ya, ini susah buat Madridista Indonesia yang ngebet kepingin menjadi socios). Barca memiliki socios terbanyak dengan 170 ribuan anggota, sedangkan Real 97 ribuan. Di Barca, per tahunnya ditarik iuran GBP 95,61 (Rp 1,96 juta). Sementara di Real GBP 101,27 (Rp 2 jutaan).



Dana iuran dari socios memungkinkan klub memiliki aliran dana segar di luar penjualan tiket dan merchandise, suntikan sponsor, dan pembagian hak siar. Minimal, dengan fresh money itu, kans klub untuk ikut kompetisi terjamin. Karena itu, meski tanpa campur tangan penyandang dana dominan, Real dan Barca tetap bersaing sebagai klub terkaya dunia 2015 versi Forbes.



Mari kita hitung secara kasar kontribusi mereka. Jika setiap socios membayar iuran sebesar GBP 101,27, maka dalam semusim Real mampu mendulang pemasukan sebesar GBP 9,82 juta (Rp 201,5 miliar). Angka itu memang hanya 2 persen saja dari income total. Sepanjang musim lalu, Real mengumpulkan GBP 467,8 juta (Rp 9,6 triliun).



Beberapa tahun lalu, Presiden UEFA Michel Platini menyebut pembiayaan dari socios ini sebagai sebuah sistem yang ideal. Dikutip Mundo Deportivo, pria yang sekarang berstatus nonaktif lantaran terlibat kasus suap Sepp Blatter itu menilai sistem kepemilikan socios bisa menjadi solusi bagi klub untuk tetap eksis.



''Socios sangatlah berkuasa, dan itu hebat. Mereka bisa mengatur pengunaan anggaran belanja supaya tidak terlalu berlebihan,'' sebut Platini. Ambil contoh, jika Perez diketahui menyelewengkan anggaran, socios bisa memintanya turun dari jabatan. ''Jika fans tidak senang dengan rencana presiden klub dalam merekrut pemain, suara mereka akan menjadi pertimbangan,'' imbuhnya.



Platini tidak menentang adanya investor asing yang menanamkan saham di sebuah klub. Hanya, dalam perjalanannya, banyak investor yang malah seringkali mengambil keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan keputusan fans. Itu terbukti ketika saham mayoritas Manchester United dibeli keluarga Glazer lima tahun silam.



Kala itu, setiap keputusan klub sering kali tidak sejalan dengan keinginan fans. Persoalan seperti itu tidak akan terjadi jika yang memiliki saham adalah socios. ''Apa sih enaknya apabila klub dikuasai pihak ketiga seperti para investor asing itu. Saya pribadi tidak bisa menerima sistem itu,'' cibir Platini.



Di La Liga, masih banyak klub yang dikelola secara konvensional. Artinya, dimiliki oleh investor. Salah satu yang cukup fenomenal adalah Atletico Madrid. Pengusaha yang membeli 20 persen saham Los Rojiblancos pada Januari lalu itu menyuntikkan anggaran sebesar EUR 20 juta (setara dengan Rp 291.7 miliar).



Berkat injeksi dana itu, Atletico mampu berfoya-foya di bursa transfer. Total mereka menggelontorkan uang EUR 98 juta atau Rp 1,4 triliun untuk membeli pemain semacam Jackson Martinez dan Stefan Savic. Tapi, apakah sistem itu lebih bagus dari socios? No. Cukup lihat klasemen, kita akan mendapatkan gambarannya. (ren/na/JPG)

Editor: afni
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore