Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00.36 WIB

Miris! Tendangan Kungfu Warnai Baturetno FC vs Mataram Utama di Piala Soeratin U-13

Tendangan kungfu mewarnai laga Piala Soeratin U-13 di Bantul. Pemain Baturetno FC sempat dibawa ke rumah sakit setelah insiden. (Dok. Tangkapan Layar @baturetnofootballschool) - Image

Tendangan kungfu mewarnai laga Piala Soeratin U-13 di Bantul. Pemain Baturetno FC sempat dibawa ke rumah sakit setelah insiden. (Dok. Tangkapan Layar @baturetnofootballschool)

JawaPos.com - Laga Piala Soeratin U-13 antara Baturetno FC kontra Mataram Utama di Stadion Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8/2026), menjadi sorotan setelah insiden tendangan kungfu viral di media sosial.

Pemain Baturetno FC yang menjadi korban sempat melanjutkan pertandingan sebelum kemudian dibawa ke rumah sakit karena mengeluhkan pusing dan mual.

Insiden tersebut terjadi pada pertengahan babak kedua. Menurut pihak Baturetno FC, pemain Mataram Utama mengangkat kaki tinggi saat pemain lawan hendak mengontrol bola hingga mengenai bagian kepala atau leher.

Dalam video yang beredar di media sosial, pemain Baturetno FC terlihat tersungkur setelah terkena tendangan tersebut.

Pihak Baturetno FC kemudian mempersoalkan keputusan wasit yang hanya memberikan kartu kuning kepada pemain Mataram Utama.

Pihak Baturetno FC Beberkan Kronologi

Direktur Teknik Baturetno FC Yohanes Sidik Wijaya mengatakan pertandingan sebenarnya berlangsung normal sebelum insiden tersebut terjadi.

“Sebenarnya pertandingan itu temponya sedang-sedang, maksudnya nggak panas, biasa saja. Cuma tiba-tiba di babak kedua ada insiden itu. Pemain belakang dari Mataram Utama saat pemain Baturetno mau mengontrol bola, bola itu belum sampai tapi sudah dihajar dari belakang dengan kaki setinggi leher anak yang bersangkutan,” kata Yohanes kepada JawaPos.com, Jumat (21/8).

Yohanes mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan jika insiden tersebut terjadi karena pemain kehilangan kontrol. Namun, Baturetno FC mempertanyakan keputusan wasit yang tidak memberikan kartu merah.

“Yang kita permasalahkan itu sebenarnya, mohon maaf, mungkin anak bisa lepas kontrol terkait pelanggaran tersebut. Cuma yang kita permasalahkan adalah kenapa wasit hanya memberi kartu kuning? Kita nggak membahas soal anak itu pelanggaran dengan kaki segitu, tapi membahas wasit tidak memberikan kartu merah, hanya memberikan kartu kuning. Keputusan yang kita rasa kurang adil,” beber Yohanes.

Korban Sempat Lanjutkan Pertandingan

Meski sempat tersungkur, pemain Baturetno FC tersebut masih mampu melanjutkan pertandingan hingga selesai.

Editor: Hendra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore