
Fakhri Husaini menjalankan peran sebagai kapten Timnas Indonesia pada era 1990-an. (Instagram @coachfakhri)
JawaPos.com - Fakhri Husaini pernah menjadi kapten sekaligus jenderal lini tengah Timnas Indonesia pada era 1990-an dan membawa Garuda meraih medali perak SEA Games 1997 di Jakarta.
Bagi Fakhri Husaini memaknai bulan kemerdekaan ini, menjadi kapten bukan sekadar mengenakan ban di lengan, melainkan memimpin rekan setim dengan semangat nasionalisme untuk mengejar kemenangan.
Fakhri Husaini menilai tekanan yang dirasakan kapten Timnas Indonesia pada eranya berbeda dengan masa sekarang. Terutama karena belum ada media sosial yang memungkinkan publik memberikan penilaian secara langsung.
“Zamannya berbeda. Harapan masyarakat tentu masih sama, yaitu timnas berprestasi, tapi tekanannya berbeda,” ujar Fakhri Husaini kepada JawaPos.com, Senin (9/8).
Menurut Fakhri, pemain dan pelatih Timnas Indonesia pada era 1990-an tidak menghadapi derasnya komentar digital seperti saat ini, ketika siapa pun bisa memberikan penilaian terhadap performa pemain.
Dia juga melihat sikap suporter pada masanya lebih santun, termasuk ketika Timnas Indonesia kalah adu penalti dari Thailand pada final SEA Games 1997 di Stadion GBK.
“Tugas sebagai kapten, tidak mempengaruhi penampilan saya, ini hanya tugas biasa, yang membedakan hanya terletak pada ban yang melekat di lengan saya saja,” kata Fakhri.
Kebiasaan memimpin bahkan sudah tumbuh sejak kecil, ketika ia gemar mengatur teman-temannya saat bermain sepak bola di lapangan kampung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
