Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Agustus 2026 | 15.20 WIB

Suporter Liga Indonesia Bicara, Berharap Pencabutan Larangan Away Diterapkan Konsisten

Pencabutan larangan suporter tim tamu mendapat sambutan positif. Suporter berharap aturan baru diterapkan konsisten dengan pengamanan yang memadai. (Dok. Persebaya) - Image

Pencabutan larangan suporter tim tamu mendapat sambutan positif. Suporter berharap aturan baru diterapkan konsisten dengan pengamanan yang memadai. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com – Pencabutan regulasi larangan suporter tim tamu hadir dalam pertandingan away mendapat sambutan positif dari berbagai kelompok suporter sepak bola Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai mengembalikan hak suporter untuk mendukung langsung klub kebanggaan sekaligus menghidupkan kembali atmosfer pertandingan.

Muhammad Olga, pendiri komunitas North Legion, salah satu kelompok suporter Persita Tangerang, menyebut pencabutan larangan tersebut sebagai kabar baik. Menurut dia, selama ini suporter kerap ditempatkan sebagai pihak yang dianggap menjadi sumber gesekan dalam pertandingan tandang.

”Bagus buat suporter. Sebab, kami nggak lagi diposisikan sebagai biang kerok gesekan, serta tidak lagi dijadikan alasan bagi operator maupun PSSI untuk menjatuhkan sanksi kepada klub karena datang ke stadion lawan,” ujar Olga kepada Jawa Pos.

Dia bahkan menilai larangan away selama empat tahun terakhir lebih banyak menimbulkan persoalan baru. Salah satunya adalah sanksi denda yang tetap membebani klub.

”Karena selama ini larangan away menurut saya hanya sebuah drama. PSSI menjadikan larangan away sebagai alat memeras uang klub. Besar banget, kan, pemasukan untuk Komdis dari denda away selama empat tahun larangan away dijalankan,” cetusnya.

Meski menyambut baik pencabutan aturan, Olga mengingatkan masih adanya ruang pembatasan melalui diskresi keamanan.

Menurut dia, hal tersebut jangan sampai kembali menjadi alasan untuk melarang suporter tamu hadir.

”Seharusnya kalau memang diposisikan suporter sebagai orang yang memiliki hak karena membayar tiket pertandingan, maka kewajiban kepolisian dan panitia penyelenggara adalah menyediakan lokasi yang nyaman dan pengawalan yang aman sampai selesai pertandingan,” ucapnya.

Olga juga menyoroti kuota suporter tamu yang telah ditetapkan. Menurut dia, apabila sudah ada kuota, maka tugas penyelenggara dan aparat adalah memastikan suporter dapat hadir dengan pengamanan yang memadai.

Namun, panitia penyelenggara adalah menyediakan lokasi yang nyaman dan pengawalan yang aman sampai selesai pertandingan,” ucapnya.

Editor: Hendra
Sumber: Jawa Pos Koran
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore