Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2026 | 14.20 WIB

Liga Putri Indonesia 2026 Resmi Bergulir Oktober, Enam Klub Jadi Peserta

Liga Putri Indonesia 2026 resmi diperkenalkan dan akan dimulai 17 Oktober. Kompetisi perdana diikuti enam klub dan digelar terpusat di Jabodetabek. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com) - Image

Liga Putri Indonesia 2026 resmi diperkenalkan dan akan dimulai 17 Oktober. Kompetisi perdana diikuti enam klub dan digelar terpusat di Jabodetabek. (Andika Rachmansyah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Penantian panjang terhadap kompetisi sepak bola putri nasional segera berakhir. Indonesia Women’s League (IWL/Liga Putri Indonesia) resmi diperkenalkan kemarin dan dijadwalkan mulai bergulir mulai 17 Oktober mendatang. Kompetisi tersebut akan dibuka dengan pertandingan Persita Tangerang melawan Persija Jakarta di Stadion Sumantri Brodjonegoro, Jakarta.

CEO IWL Teddy Tjahjono menjelaskan, IWL musim pertama diikuti enam klub, yaitu Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garudayaksa FC. Pemilihan enam klub di kawasan tersebut bukan tanpa alasan. Teddy ingin memastikan kompetisi memiliki fondasi operasional yang kuat sebelum berkembang lebih besar.

”Jadi, kami mulai dengan enam klub di area Jabodetabek untuk memastikan bahwa secara operasional juga efisien,” ujar mantan petinggi klub Persib Bandung itu dalam konferensi pers peluncuran IWL di Jakarta, kemarin (11/8).

Konsep tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan liga. IWL diharapkan tidak hanya hadir dalam satu musim, lalu kembali terhenti seperti kompetisi putri sebelumnya. Sebelumnya, ada Liga 1 Putri. Kompetisi itu bergulir pada 2019. Namun, hanya bertahan semusim. Setelah itu, vakum sampai sekarang.

Karena itu, komitmen keberlanjutan menjadi salah satu perhatian utama dalam pembentukan IWL. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut klub-klub peserta telah menyatakan komitmen untuk menjalankan kompetisi dalam jangka waktu lima tahun.

Hasil Kalkulasi Panjang

Menurut Erick, keputusan memulai kompetisi dengan enam klub juga merupakan hasil kalkulasi yang cukup panjang. Salah satu pertimbangan terbesar adalah persoalan biaya operasional, terutama perjalanan antarkota yang menjadi tantangan tersendiri di Indonesia.

Karena itu, PSSI memilih pendekatan bertahap. Kompetisi tidak langsung dipaksakan dengan jumlah peserta besar yang berpotensi membebani klub. Dengan klub yang berada di kawasan Jabodetabek, biaya perjalanan dan akomodasi bisa ditekan.

Skema tersebut juga diharapkan memberikan ruang bagi pemain yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Pertandingan direncanakan berlangsung pada akhir pekan sehingga aktivitas pendidikan pemain tetap bisa berjalan pada hari kerja.

”Nah, ini yang kita harus jaga kenapa kita mulai dengan 6 klub dan jarak tempuhnya juga masih di sekitar sini. Klub-klub tidak perlu keluar uang untuk menginap, ya. Latihan jalan terus. Pemain bisa fokus (bertanding, Red) Sabtu-Minggu. Barangkali ada pemain, mohon maaf, yang masih sekolah atau kuliah, gitu, kan. Mereka masih bisa sekolah Senin-Jumat, kuliah, nah, tapi Sabtu-Minggu bal-balan,” terang Erick.

Terkait format, IWL musim pertama akan menggunakan format home tournament. Setiap klub dijadwalkan menjalani sedikitnya 15 pertandingan pada fase liga sebelum memasuki babak semifinal dan final.

”Jadi, itu adalah minimum menit bermain yang dimiliki oleh masing-masing klub untuk musim pertama ini,” tegas Teddy.

Editor: Hendra
Sumber: Jawa Pos Koran
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore