
Toni Firmansyah menegaskan persaingan skuad Persebaya Surabaya menjadi motivasi untuk terus berkembang sebelum menghadapi PSMS Medan. (Persebaya)
JawaPos.com - Toni Firmansyah memastikan Persebaya Surabaya tetap fokus berkembang jelang menghadapi PSMS Medan pada laga kedua Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (29/7).
Gelandang berusia 21 tahun itu tidak takut kehilangan tempat meski persaingan skuad Green Force semakin ketat setelah kehadiran sejumlah pemain baru.
Persebaya Surabaya membawa modal positif setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 1-0 pada pertandingan pembuka Grup B Piala Presiden 2026. Namun, Toni Firmansyah menegaskan kemenangan tersebut tidak membuat para pemain terlena karena masih ada banyak aspek permainan yang perlu diperbaiki.
Baca Juga:Bomber Timnas Indonesia Viral Sempat Tawarkan CV! Sumardji: Mitchell Baker Dipantau BTN Sejak Lama
Pemain muda Persebaya Surabaya itu menyebut evaluasi langsung dilakukan setelah pertandingan melawan Persija Jakarta selesai. Menurut dia, tim pelatih bersama seluruh pemain melihat berbagai kekurangan agar penampilan berikutnya bisa lebih matang saat menghadapi PSMS Medan.
"Pertama-tama kami melakukan evaluasi terhadap pertandingan sebelumnya. Kami juga bersyukur bisa meraih hasil positif. Dari evaluasi itu, kami melihat apa saja yang masih menjadi kekurangan tim, lalu berusaha memperbaikinya agar bisa tampil lebih baik saat menghadapi PSMS Medan," ujar Toni Firmansyah.
Toni menilai proses adaptasi skuad Persebaya Surabaya bersama pelatih Bernardo Tavares terus menunjukkan perkembangan dari pertandingan ke pertandingan. Dia melihat para pemain mulai memahami pola permainan yang diinginkan pelatih, termasuk ketika melakukan transisi menyerang maupun bertahan.
Baca Juga:Mengapa Manchester United Tak Pernah Beli Pemain Seharga £100 Juta? Begini Strategi Baru INEOS
Persaingan di lini tengah Persebaya Surabaya musim 2026/2027 semakin menarik setelah klub mendatangkan beberapa pemain baru dengan kualitas dan pengalaman berbeda. Kondisi tersebut tidak membuat Toni Firmansyah merasa tertekan karena ia melihat persaingan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan.
Toni menganggap keberadaan pemain-pemain berkualitas dalam skuad menjadi keuntungan besar bagi perkembangan dirinya sebagai pemain muda. Dia memilih fokus bekerja keras dalam latihan daripada memikirkan kemungkinan kehilangan posisi utama di tim.
"Persaingan di dalam skuad berjalan dengan sangat sehat. Di setiap posisi ada pemain-pemain berkualitas dan berpengalaman,” tandas Toni.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
