
Pelatih Indra Sjafri memberikan pelatihan terhada anak-anak calon pesepak bola di masa depan. (Istimewa)
JawaPos.com - Pembinaan pemain usia dini kembali menjadi sorotan di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola Indonesia. Pelatih Indra Sjafri menilai pengembangan talenta sejak usia anak-anak tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter agar lahir generasi pesepak bola yang mampu bersaing di masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Indra Sjafri dalam program pelatihan sepak bola yang diikuti 200 anak berusia 8-12 tahun di Jakarta dan Bandung. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung dari pelatih nasional sekaligus berinteraksi dengan pemain profesional.
Menurut Indra Sjafri, proses pembinaan usia dini harus disesuaikan dengan perkembangan masing-masing anak agar potensi mereka dapat berkembang secara optimal. Dalam pembinaan usia dini, setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda sehingga metode latihan juga perlu disesuaikan.
"Melalui rotasi di setiap zona latihan, anak-anak dapat mengembangkan kemampuan teknis secara bertahap sekaligus belajar berkoordinasi dan mengambil keputusan di lapangan," jelas Indra Sjafri.
Dia menegaskan, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kemampuan mengolah bola, tetapi juga dari karakter yang dibangun sejak dini. "Dalam olahraga memang harus ada jiwa kompetitif, tetapi menang bukanlah tujuan akhir. Setiap kemenangan harus diraih dengan cara-cara yang baik," ucap Indra Sjafri.
Dalam kesempatan tersebut, Indra juga menyempatkan berdialog dengan para orang tua peserta. Dia menekankan bahwa keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter atlet muda.
Menurut dia, sportivitas, disiplin, rasa hormat kepada orang lain, kepercayaan diri, serta kemampuan bekerja sama harus ditanamkan sejak dini karena akan bermanfaat, baik saat bertanding maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari pembinaan sepak bola modern yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang berintegritas.
Selain berlatih, peserta juga mendapat kesempatan mendengarkan pengalaman langsung dari pemain profesional. Di Bandung, legenda sepak bola nasional Atep berbagi kisah perjuangannya hingga mampu berkarier di level tertinggi.
"Perjalanan saya dimulai dari seorang anak kampung di sebuah kota kecil dengan akses dan fasilitas yang serba terbatas. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekad saya untuk menjadi pemain profesional. Bahkan setelah menjadi pemain nasional pun, tantangan selalu ada," tutur mantan pemain timnas Atep.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
