
Proyek Stadion Gelora Daha Jayati ini dibagi kedalam dua tahap, dan menghabiskan dana sekitar Rp 250 miliar (Radar Kediri)
JawaPos.com – Persik Kediri selangkah lebih dekat memiliki kandang baru. Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati kini memasuki tahap ketiga dengan fokus pemasangan atap. Stadion berkapasitas 15 ribu penonton itu ditargetkan mulai bisa dimanfaatkan setelah proyek rampung.
Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) yang berlokasi di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, kini memasuki tahap ketiga pembangunan. Tahap tersebut menjadi salah satu fase penting dalam penyelesaian stadion yang diproyeksikan menjadi kandang baru Persik Kediri.
Pengerjaan tahap ketiga membutuhkan waktu 180 hari. Proses pembangunan telah dimulai sejak 3 Juni dan ditargetkan rampung pada 29 November mendatang.
"Bobot pekerjaan terbesar pada tahap ini adalah pemasangan atap. Sekitar 70 persen pekerjaan akan difokuskan pada bagian tersebut. Targetnya, pemasangan atap bisa tuntas tahun ini," kata Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, dikutip dari laman resmi I.League.
Pria yang akrab disapa Dhito itu berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
"Saya berharap apa yang sudah dituangkan dalam kontrak dapat dipertanggungjawabkan. Saya minta masing-masing pihak memahami tugasnya. Saya akan mengawasi karena stadion ini benar-benar ditunggu masyarakat," kata pria berusia 33 tahun tersebut.
Stadion Gelora Daha Jayati ditargetkan mampu menampung sekitar 15 ribu penonton. Selain digunakan untuk pertandingan sepak bola, stadion tersebut juga dirancang mengusung konsep bisnis dan hiburan.
Selama proses pembangunan, Dhito juga akan berkonsultasi dengan PSSI untuk memastikan stadion memenuhi standar yang diperlukan.
"Jadi, kami akan berkonsultasi dengan PSSI. Kira-kira standar minimal apa saja yang bisa dipenuhi tahun ini. Sebab, pada 2027 pembangunan akan terus dilanjutkan."
Baca Juga:Arema FC Banjir Pemain Lokal, Deltras FC Resmi Kembalikan Hamzah Tito, M. Rafli, dan Shulton
"Karena itu, langkah demi langkah yang kami lakukan selalu dikonsultasikan. Tujuannya agar tidak ada catatan maladministrasi," tutup Dhito.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
