
PSM Makassar di-banned FIFA, lagi-lagi masalah Finansial. (Istimewa)
JawaPos.com - Kabar kurang baik kembali datang dari sepak bola Indonesia. Klub kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar, kembali muncul dalam daftar FIFA Registration Banned pada Mei 2026.
Ini menjadi kali ketiga sepanjang tahun ini nama PSM masuk dalam daftar sanksi FIFA terkait masalah administrasi dan finansial. Masuknya nama PSM dalam daftar tersebut membuat klub untuk sementara tidak diperbolehkan melakukan aktivitas transfer pemain hingga seluruh persoalan yang menjadi penyebab sanksi berhasil diselesaikan. Situasi ini tentu menjadi perhatian serius, terutama karena kompetisi musim baru akan segera dimulai.
PSM sebenarnya sempat keluar dari daftar banned beberapa waktu lalu setelah ada upaya penyelesaian masalah. Namun kini, nama klub berjuluk Juku Eja itu kembali tercatat dalam sistem FIFA Registration Banned. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai stabilitas finansial klub-klub profesional di Indonesia.
Baca Juga:Dua Pemain Timnas Indonesia Juara di Thailand: Sandy Walsh dan Asnawi Ukir Prestasi di Musim 2025/26
Tidak hanya PSM, beberapa klub lain juga ikut masuk dalam daftar yang sama. Ada PSBS Biak, Kalteng Putra, hingga PSCS Cilacap. Masing-masing klub diduga memiliki persoalan berbeda, mulai dari tunggakan pembayaran hingga sengketa administratif yang belum tuntas.
Masalah seperti ini sebenarnya bukan hal baru di sepak bola nasional. Dalam beberapa musim terakhir, isu keterlambatan gaji pemain, pembayaran kompensasi, hingga persoalan lisensi klub cukup sering muncul. Akibatnya, FIFA menjatuhkan larangan registrasi pemain kepada klub yang dianggap belum memenuhi kewajibannya.
Bagi PSM Makassar, kondisi ini jelas bisa mengganggu persiapan tim menghadapi musim depan. Klub akan kesulitan mendatangkan pemain baru selama sanksi belum dicabut. Jika penyelesaian berjalan lambat, bukan tidak mungkin kekuatan tim akan terdampak secara langsung.
Baca Juga:Persib Bandung Juara BRI Super League 2025/2026, Layvin Kurzawa Jadi Perhatian Media Prancis
Di sisi lain, publik mulai mendorong adanya langkah yang lebih tegas dari operator liga maupun PSSI. Banyak pihak menilai klub profesional seharusnya memiliki kondisi keuangan yang sehat sebelum diizinkan mengikuti kompetisi.
Pengawasan finansial juga dianggap perlu diperketat agar kasus serupa tidak terus berulang setiap musim. Jika tidak ada perubahan sistem yang jelas, persoalan seperti ini dikhawatirkan akan terus menjadi siklus tahunan dalam sepak bola Indonesia. Klub masuk daftar banned, menyelesaikan masalah, lalu kembali terkena sanksi beberapa bulan kemudian.
Kini perhatian tertuju pada langkah PSM Makassar dan klub-klub lainnya dalam menyelesaikan persoalan mereka. Semakin cepat masalah dituntaskan, semakin besar peluang mereka untuk kembali bergerak normal di bursa transfer dan fokus menghadapi kompetisi musim depan.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
