
Bernardo Tavares memimpin Persebaya Surabaya dengan statistik unik 6 menang, 6 imbang, dan 6 kalah musim ini. (Persebaya)
JawaPos.com–Persebaya Surabaya kembali jadi sorotan usai menelan kekalahan pahit 1-2 dari Madura United di kandang sendiri. Di balik hasil mengecewakan itu, muncul fakta unik yang justru mencuri perhatian: angka 666 dalam perjalanan karir Bernardo Tavares musim ini.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena Persebaya Surabaya tampil dominan sepanjang pertandingan. Terutama di babak kedua, tekanan demi tekanan terus dilancarkan, tetapi hasil akhir tetap tak berpihak.
Secara statistik, Persebaya Surabaya menguasai 72 persen penguasaan bola dan mencatatkan 23 tembakan. Namun hanya enam yang tepat sasaran, menunjukkan masalah klasik dalam penyelesaian akhir.
Sebaliknya, Madura United tampil lebih efektif meski peluang terbatas. Mereka mampu memaksimalkan momen, sesuatu yang justru gagal dilakukan oleh Green Force sepanjang laga.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares, tak menampik persoalan tersebut.
“Memang ini menjadi masalah ketika kami tidak bisa mencetak gol. Kami menciptakan banyak peluang, tetapi akurasinya masih kurang. Itu yang harus kami perbaiki,” ujar Bernardo Tavares.
Dia menilai permainan tim sebenarnya sudah berkembang, terutama di babak kedua. Intensitas serangan meningkat dan peluang tercipta, tetapi keberuntungan belum berpihak.
”Di babak kedua saya pikir kami menciptakan banyak peluang dan dinamika permainan yang baik. Tetapi terkadang kami kurang beruntung. Ada tembakan yang diblok, ada yang keluar, atau peluang yang tidak berbuah gol,” lanjut Bernardo Tavares.
Fenomena ini, menurut Tavares, bukan hal baru dalam sepak bola modern. Dia bahkan menyinggung bagaimana tim besar Eropa pun bisa mengalami situasi serupa.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
