
Aksi Arief Catur Pamungkas menyisir sisi kanan lapangan dengan mobilitas tinggi saat membela Persebaya Surabaya. (Instagram @ariefcaturp)
JawaPos.com–Arief Catur Pamungkas akhirnya mencapai tonggak penting dalam karirnya bersama Persebaya Surabaya. Bek kanan itu resmi mencatatkan 100 pertandingan saat menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-27 Super League 2025/2026.
Angka 100 bukan sekadar statistik bagi pemain asal Mojokerto tersebut. Di baliknya, tersimpan perjalanan panjang yang penuh kerja keras, kritik, hingga momen pahit yang sempat melekat pada dirinya.
Publik tentu masih mengingat insiden keras yang melibatkan Catur pada musim 2023/2024. Dalam sebuah duel udara, sikutnya mengenai kepala Ady Setiawan hingga membuat sang pemain harus dilarikan ke rumah sakit.
Momen itu sempat memberi label tukang jagal kepada dirinya. Namun seiring waktu, Catur perlahan membuktikan perubahan signifikan dalam gaya bermainnya di lapangan.
Kini, dia menjelma menjadi full back modern yang aktif membantu serangan. Tusukan dari sisi kanan serta kontribusi assist mulai menjadi ciri khas baru dalam permainannya bersama Green Force.
Bagi Catur, setiap kesempatan mengenakan seragam Persebaya Surabaya memiliki makna yang sangat dalam. Dia mengaku bersyukur bisa mencapai 100 pertandingan bersama klub yang telah membesarkan namanya.
”Alhamdulillah bisa mencapai 100 pertandingan bersama Persebaya. Saya sangat bersyukur karena masih dipercaya membela tim,” ujar Catur.
”Kalau mengingat perjalanan sejak pertama bergabung sampai sekarang, tentu banyak sekali masukan dan motivasi dari orang-orang di sekitar saya yang sangat membantu perkembangan saya sebagai pemain,” lanjut dia.
Perjalanan karirnya dimulai dari kompetisi internal Surabaya bersama klub Anak Bangsa. Demi mengejar mimpi, dia rela menempuh perjalanan Mojokerto–Surabaya hampir setiap hari tanpa kenal lelah.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
