
Aksi pemain Persebaya, Francisco Rivera (kanan) saat menghadapi Persija, Sabtu (11/4). (Dok Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya kembali merasakan luka yang menyakitkan setelah kalah 3-0 dari Persija Jakarta, Sabtu (11/4). Ini adalah kekalahan telak kedua Green Force dalam kurun waktu tiga pertandingan terakhir.
Dua laga sebelumnya, Persebaya sempat dilumat 5-1 oleh tuan rumah Borneo FC pada pekan ke-25 Super League. Hal ini membuktikan bahwa pertahanan Green Force bobrok, terutama saat menjalani laga tandang.
Bobroknya pertahanan Persebaya juga dari statistik ketika menghadapi Macan Kemayoran. Selain kalah jauh dalam hal penguasaan bola (67% : 33%), gawang Green Force dibombardir sebanyak 12 tendangan, di mana enam diantaranya mengarah ke gawang, dan tiga tendangan berbuah gol.
Selain itu, Persija juga unggul dalam jumlah menciptakan peluang, yaitu enam berbanding empat peluang milik Green Force. Menurut pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, gol penalti dari Allano merupakan awal dari kehancuran timnya di GBK malam itu.
“Setelah gol penalti itu, Persija bermain semakin nyaman. Apalagi mereka didukung ribuan suporternya di stadion. Kami terlalu banyak memberikan ruang kepada mereka,” ujar Tavares seperti dikutip dari laman resmi klub.
Kehancuran Green Force juga diperparah jebloknya mentalitas para pemainnya setelah kebobolan dan tekanan dari bisingnya dukungan suporter Persija yang memadati Stadion GBK.
“Ketika situasi tidak berjalan baik, kontrol emosi dan fokus kami menurun. Hal seperti itu tidak boleh terjadi jika kami ingin menjadi tim yang lebih baik. Mentalitas juga harus diperbaiki,” imbuhnya.
Pelatih asal Portugal ini menegaskan evaluasi besar-besaran akan dilakukan terhadap skuad Green Force karena ketidakkonsistenan mereka di liga musim ini membuat posisi pemegang dua gelar juara Liga Indonesia semakin menjauh dari lima besar.
"Kami harus belajar dari pertandingan ini. Saya tidak suka kalah, begitu juga para pemain. Tetapi kekalahan ini harus menjadi pelajaran bagi kami,"

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
