
Skuad Persib Bandung bersiap menghadapi tekanan laga tandang kontra Semen Padang tanpa kehadiran bobotoh di stadion. (Dok. Persib)
JawaPos.com — Persib Bandung kembali mengingatkan seluruh bobotoh untuk tidak hadir langsung pada laga tandang pekan ke-25 Super League 2025/2026 kontra Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Minggu, 5 April 2026 mendatang. Imbauan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi penegasan penting agar tim tetap aman dari ancaman sanksi serius.
Larangan tersebut ditegaskan demi mematuhi aturan kompetisi yang melarang kehadiran suporter tim tamu. Regulasi itu tertuang dalam Pasal 5 Ayat 7 Regulasi Super League 2025/2026 serta diperkuat oleh Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
Manajemen Persib Bandung tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun dalam momen krusial musim ini. Apalagi, laga tandang ke markas Semen Padang diprediksi berlangsung ketat dan sarat tekanan.
Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan kepatuhan terhadap regulasi adalah hal mutlak. Dia menyebut, pelanggaran sekecil apa pun bisa berujung pada konsekuensi besar bagi klub.
"Kami mengimbau Bobotoh untuk tidak melakukan perjalanan ke Padang atau memaksakan diri datang ke Stadion H. Agus Salim. Berdasarkan Pasal 5 Ayat 7 Regulasi Kompetisi, suporter tim tamu dilarang hadir. Mari kita hargai aturan ini demi kebaikan bersama," kata Adhi.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi klub yang ingin menjaga profesionalisme di tengah kompetisi yang semakin ketat. Persib Bandung tak ingin fokus tim terganggu hanya karena persoalan di luar lapangan.
Adhi juga mengingatkan sanksi dari Komisi Disiplin PSSI bukan hal sepele. Denda finansial hingga hukuman lain bisa dijatuhkan jika aturan ini dilanggar.
"Manajemen sangat mengapresiasi antusiasme Bobotoh, namun dukungan terbaik saat ini adalah dengan menaati peraturan. Kita ingin tim fokus sepenuhnya pada pertandingan tanpa ada gangguan administratif atau sanksi akibat pelanggaran regulasi kehadiran penonton tim tamu," tambahnya.
Tak hanya klub yang dirugikan, suporter yang nekat datang juga berpotensi mengalami kerugian pribadi. Mereka bisa saja dipulangkan tanpa pengembalian tiket yang sudah dibeli.
Situasi ini menjadi dilema klasik dalam sepak bola Indonesia antara loyalitas suporter dan regulasi kompetisi. Namun, dalam kondisi saat ini, kepatuhan jelas menjadi pilihan yang paling rasional.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
