
Pemain sekaligus kapten Bali United, Tim Receveur. (Dok. Bali United)
JawaPos.com - Pemain asal Belanda tersebut mengaku menikmati setiap momen selama tinggal di Bali, baik saat menjalani latihan maupun ketika menghabiskan waktu bersama keluarga.
Menurut pengakuannya kepada media Belanda VoetbalPrimeur, kehidupan di Bali memberikan pengalaman berbeda dibandingkan saat ia berkarier di Eropa.
Salah satu hal yang paling ia rasakan adalah suasana latihan yang unik karena berada sangat dekat dengan pantai.
Sebagai kapten Bali United, Receveur menyebut fasilitas latihan yang dimiliki klub cukup lengkap. Ia menjelaskan bahwa terdapat banyak lapangan latihan yang lokasinya berada di area pesisir.
Kondisi tersebut membuat suasana latihan terasa berbeda karena para pemain bisa mendengar suara ombak laut saat berlatih.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang paling berkesan baginya sejak pertama kali bergabung dengan klub asal Pulau Dewata itu.
Lingkungan tropis dan pemandangan laut membuat sesi latihan terasa lebih menyenangkan, terutama pada masa awal kedatangannya di Bali.
Meski demikian, cuaca panas di Bali membuat jadwal latihan harus disesuaikan. Para pemain biasanya memulai latihan sejak pagi hari agar kondisi fisik tetap terjaga dan tidak terlalu terpengaruh suhu yang tinggi.
Setelah latihan utama selesai, tim juga kerap melanjutkan dengan sesi latihan kekuatan sebagai bagian dari program kebugaran pemain.
Receveur menilai profesionalitas sepak bola di Indonesia, khususnya di Bali United, berjalan cukup baik. Ia melihat bagaimana tim menjalani program latihan dengan disiplin dan terstruktur demi menjaga performa sepanjang musim kompetisi.
Selain aktivitas di lapangan, pemain berusia 33 tahun itu juga menikmati kehidupan sehari-harinya di Bali.
Ia mengaku memiliki banyak waktu berkualitas bersama keluarga selama tinggal di sana. Kehidupan di vila dengan suasana alam yang tenang membuatnya merasa nyaman dan betah menetap di Pulau Dewata.
