
Semen Padang FC bekuk PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League 2025-2026 di Stadion Maguwoharjo. (Semen Padang)
JawaPos.com — Kehadiran pelatih baru Imran Nahumarury di tubuh Semen Padang FC kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola di Sumatera Barat. Penunjukan pelatih anyar tersebut dibahas dalam program KABAPADEK Sore pada Kamis (12/3) yang menghadirkan Redaktur Halaman Olahraga Padang Ekspres, Jufri Jao.
Dalam perbincangan yang dipandu host Febi Tri Lianti tersebut, Jufri menilai kehadiran Imran diharapkan mampu membawa semangat baru bagi tim berjuluk Kabau Sirah dalam menghadapi sisa pertandingan musim ini.
Menurut Jufri, pergantian pelatih biasanya membawa perubahan penting dalam sebuah tim, tidak hanya dari segi strategi permainan, tetapi juga dalam membangun mental dan kepercayaan diri pemain.
“Dengan hadirnya pelatih baru, tentu ada harapan perubahan bagi Semen Padang FC untuk menjadi lebih baik. Terutama dari sisi mental pemain ketika menghadapi lawan serta membangun kembali kepercayaan diri tim dan para suporter,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sepanjang musim ini performa Semen Padang FC belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Dari catatan pertandingan, Kabau Sirah baru mengoleksi tiga kemenangan dan harus menelan 15 kekalahan, sehingga saat ini berada di posisi ke-16 klasemen.
Baca Juga:Ezra Walian Kembali Dipanggil Timnas Indonesia setelah Lima Tahun, Pelatih Persik Kediri Buka Suara
Kondisi tersebut membuat para suporter merasa kecewa, terlebih tim sudah diperkuat sejumlah pemain asing namun belum mampu memberikan hasil maksimal di lapangan.
“Sudah ada sekitar sepuluh pemain asing, tetapi tim belum juga mampu konsisten meraih kemenangan. Ini tentu membuat penonton dan suporter merasa kecewa,” kata Jufri.
Meski begitu, ia menilai penunjukan Imran Nahumarury bisa menjadi angin segar bagi tim. Apalagi masih ada sembilan pertandingan tersisa yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus keluar dari zona degradasi.
“Masih ada sembilan laga tersisa. Bagi Semen Padang FC, sisa pertandingan ini ibarat final yang harus dimaksimalkan agar tim bisa keluar dari zona degradasi,” jelasnya.
Selain strategi permainan, Jufri juga menilai pendekatan komunikasi yang dilakukan Imran kepada para pemain cukup baik dibandingkan pelatih sebelumnya. Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu membangun kekompakan tim.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
