Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Maret 2026, 14.01 WIB

Semen Padang FC Diuji Bangkit dari Zona Degradasi, Tantangan Berat Imran Nahumarury di Super League

Semen Padang FC bekuk PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League 2025-2026 di Stadion Maguwoharjo. (Semen Padang) - Image

Semen Padang FC bekuk PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League 2025-2026 di Stadion Maguwoharjo. (Semen Padang)

JawaPos.com — Kehadiran pelatih baru Imran Nahumarury di tubuh Semen Padang FC kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola di Sumatera Barat. Penunjukan pelatih anyar tersebut dibahas dalam program KABAPADEK Sore pada Kamis (12/3) yang menghadirkan Redaktur Halaman Olahraga Padang Ekspres, Jufri Jao.

Dalam perbincangan yang dipandu host Febi Tri Lianti tersebut, Jufri menilai kehadiran Imran diharapkan mampu membawa semangat baru bagi tim berjuluk Kabau Sirah dalam menghadapi sisa pertandingan musim ini.

Menurut Jufri, pergantian pelatih biasanya membawa perubahan penting dalam sebuah tim, tidak hanya dari segi strategi permainan, tetapi juga dalam membangun mental dan kepercayaan diri pemain.

“Dengan hadirnya pelatih baru, tentu ada harapan perubahan bagi Semen Padang FC untuk menjadi lebih baik. Terutama dari sisi mental pemain ketika menghadapi lawan serta membangun kembali kepercayaan diri tim dan para suporter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sepanjang musim ini performa Semen Padang FC belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Dari catatan pertandingan, Kabau Sirah baru mengoleksi tiga kemenangan dan harus menelan 15 kekalahan, sehingga saat ini berada di posisi ke-16 klasemen.

Kondisi tersebut membuat para suporter merasa kecewa, terlebih tim sudah diperkuat sejumlah pemain asing namun belum mampu memberikan hasil maksimal di lapangan.

“Sudah ada sekitar sepuluh pemain asing, tetapi tim belum juga mampu konsisten meraih kemenangan. Ini tentu membuat penonton dan suporter merasa kecewa,” kata Jufri.

Meski begitu, ia menilai penunjukan Imran Nahumarury bisa menjadi angin segar bagi tim. Apalagi masih ada sembilan pertandingan tersisa yang dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki posisi di klasemen sekaligus keluar dari zona degradasi.

“Masih ada sembilan laga tersisa. Bagi Semen Padang FC, sisa pertandingan ini ibarat final yang harus dimaksimalkan agar tim bisa keluar dari zona degradasi,” jelasnya.

Selain strategi permainan, Jufri juga menilai pendekatan komunikasi yang dilakukan Imran kepada para pemain cukup baik dibandingkan pelatih sebelumnya. Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu membangun kekompakan tim.

“Sepak bola bukan hanya soal bermain di lapangan. Ada manajemen tim, mental pemain, kondisi fisik, serta taktik dari pelatih. Cara pelatih menyampaikan strategi kepada pemain juga sangat menentukan,” ujarnya.

Dalam pertandingan terakhir menghadapi PSBS Biak, menurutnya mulai terlihat adanya perubahan dari sisi permainan. Komunikasi yang lebih baik antara pelatih dan pemain dinilai mampu meningkatkan motivasi pemain untuk tampil lebih maksimal.

Meski demikian, tantangan berat masih menanti Semen Padang FC. Pada pertandingan berikutnya Kabau Sirah dijadwalkan menghadapi Persib Bandung yang menjadi ujian penting bagi tim.

“Pertandingan melawan Persib Bandung akan menjadi ujian berikutnya. Kita akan melihat apakah kemenangan sebelumnya bisa menjadi momentum kebangkitan atau justru tim kembali mengalami kesulitan,” ujarnya.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore