
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares meminta evaluasi total setelah Green Force hanya meraih empat poin sepanjang Ramadhan. (Dok. ILeague)
JawaPos.com — Performa Persebaya Surabaya sepanjang bulan Ramadhan menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Tim berjuluk Green Force itu hanya mampu mengoleksi empat poin dari empat pertandingan yang dijalani dalam periode tersebut.
Catatan itu tentu jauh dari harapan pendukung setia Green Force. Apalagi tim asuhan Bernardo Tavares sempat menunjukkan tren positif sebelum memasuki rangkaian laga di bulan suci.
Awal periode sulit tersebut terjadi saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas Persijap Jepara. Dalam pertandingan yang digelar pada 21 Februari 2026 itu, Green Force harus menelan kekalahan dengan skor 3-1.
Kekalahan tersebut menjadi alarm pertama bagi tim pelatih. Lini pertahanan terlihat rapuh dan gagal mengantisipasi tekanan lawan sepanjang pertandingan.
Persebaya Surabaya sempat memberikan respons positif pada laga berikutnya. Bermain di kandang sendiri, Green Force berhasil menundukkan PSM Makassar dengan skor tipis 1-0 pada 25 Februari 2026.
Kemenangan itu sempat menjadi titik terang di tengah jadwal padat Ramadhan. Atmosfer stadion yang dipenuhi dukungan suporter memberi energi tambahan bagi para pemain.
Namun konsistensi kembali menjadi masalah. Pada 2 Maret 2026, Persebaya Surabaya hanya mampu bermain imbang 2-2 saat menjamu Persib Bandung dalam laga yang berlangsung sengit.
Pertandingan tersebut sebenarnya memperlihatkan semangat juang para pemain Green Force. Meski sempat tertinggal, mereka mampu bangkit dan menyamakan kedudukan hingga peluit akhir berbunyi.
Sayangnya, laga penutup Ramadhan justru berakhir pahit bagi Persebaya Surabaya. Bertandang ke markas Borneo FC Samarinda pada 7 Maret 2026, Green Force harus menelan kekalahan telak 5-1.
Hasil tersebut menjadi kekalahan paling menyakitkan selama periode Ramadhan. Lini belakang Persebaya Surabaya terlihat kewalahan menghadapi agresivitas serangan tuan rumah.
Usai pertandingan, pelatih Bernardo Tavares tidak menutupi rasa kecewanya terhadap performa tim. Ia menegaskan seluruh pertandingan harus dianalisis ulang agar kesalahan yang sama tidak kembali terulang.
“Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan fokus tim pelatih pada proses evaluasi. Tavares menilai setiap detail permainan perlu dibedah agar Green Force bisa kembali menemukan ritme terbaiknya.
Jika melihat statistik pertandingan selama Ramadhan, masalah utama Persebaya Surabaya terletak pada inkonsistensi performa. Dalam empat laga tersebut, tim hanya mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
