
Pengumuman resmi Persebaya Surabaya usai didenda Rp 250 juta saat hadapi Persib Bandung di Gelora Bung Tomo. (Persebaya)
JawaPos.com–Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan setelah dijatuhi sanksi denda oleh Komite Disiplin PSSI di tengah performa yang belum stabil di putaran kedua Super League 2025/2026. Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan Bonek setelah insiden penyalaan petasan dan kembang api di Stadion Gelora Bung Tomo.
Persebaya Surabaya sebenarnya sempat menunjukkan tanda kebangkitan di beberapa pertandingan terakhir. Namun tren negatif dalam lima laga terakhir membuat situasi tim semakin berat menjelang akhir musim kompetisi.
Dalam lima pertandingan terakhir Super League 2025/2026, Green Force mencatatkan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Catatan ini membuat posisi Persebaya Surabaya di klasemen ikut tertekan.
Baca Juga:Paul Munster Bongkar Resep Gacor! Bhayangkara FC Pecundangi Arema FC dan Salip Persebaya Surabaya
Pada pekan ke-21, Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC dengan skor 1-2. Kekalahan tersebut terjadi saat bermain di kandang sendiri.
Situasi semakin sulit saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas Persijap pada pekan ke-22. Dalam laga itu Green Force kalah dengan skor cukup telak 3-1.
Persebaya Surabaya sempat bangkit saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-23. Gol tunggal yang tercipta di pertandingan itu memberi kemenangan penting dengan skor 1-0.
Momentum tersebut hampir berlanjut saat Persebaya Surabaya menghadapi Persib Bandung pada pekan ke-24. Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo berakhir dengan skor imbang 2-2.
Namun pertandingan melawan Persib Bandung justru memunculkan masalah baru bagi Persebaya Surabaya. Insiden penyalaan petasan dan kembang api oleh suporter di tribun utara menjadi sorotan Komite Disiplin PSSI.
Komdis PSSI kemudian melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut. Hasilnya, klub dinilai melanggar aturan disiplin yang berlaku di kompetisi.
Baca Juga:Ompong di Depan, Persebaya Surabaya Harus Bergerak! Ramadhan Sananta Jadi Jawaban Krisis Striker?
Dalam dokumen keputusan yang dirilis Komdis PSSI dijelaskan kronologi kejadian tersebut. Insiden terjadi sepanjang pertandingan hingga laga berakhir.
”Bahwa pada tanggal 2 Maret 2026 bertempat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya telah berlangsung pertandingan BRI Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung,” tulis dokumen keputusan Komdis PSSI.
Komdis juga menyebut tindakan suporter dianggap sebagai pelanggaran disiplin yang serius. Penyalaan petasan dan kembang api terjadi dalam jumlah cukup banyak di tribun utara.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
