
Bernardo Tavares dikalahkan Borneo FC. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya mencatatkan ”rekor” baru. Untuk pertama kalinya sejak promosi ke kasta teratas pada 2018, Green Force kebobolan lima gol.
Torehan itu terjadi di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3) malam. Persebaya dibantai 5-1 oleh tuan rumah, Borneo FC. Itu sekaligus menjadi salah satu kekalahan terbesar yang diderita Green Force.
Juan Villa mencetak dua gol (brace) pada menit ke-15 dan 59. Tiga gol lainnya dicetak oleh Mariano Peralta (62’), Koldo Obieta (68’), dan Marcos Astina (90+3’). Sementara gol hiburan Green Force lahir dari sontekan bek asal Brasil, Leo Lelis pada menit ke-73.
Kapten Persebaya, Bruno Moreira, tidak menyangka timnya bisa dihajar habis-habisan. ”Ini pertandingan yang tidak biasa bagi Persebaya. Kami datang ke sini untuk meraih tiga poin. Kami tidak mengira akan kebobolan lima kali dan hanya mencetak satu gol. Namun, inilah sepak bola,” kata winger asal Brasil itu dalam sesi konferensi pers usai laga.
Lantas, apa yang membuat Green Force menjadi pesakitan?
Sang pelatih, Bernardo Tavares, angkat bicara. ”Jika menganalisis gol lawan, semuanya terjadi begitu cepat,” kata pelatih asal Portugal itu. Dia membeberkan penyebab terjadinya lima gol tersebut.
”Gol pertama terjadi lewat tendangan dari luar kotak penalti. Kami sebenarnya sudah membicarakan hal ini karena Villa memiliki tendangan yang kuat. Lalu gol kedua berasal dari tendangan bebas. Kami sudah membahas ini, tetapi tetap terjadi gol,” beber pelatih berusia 45 tahun itu dalam sesi konferensi pers usai laga.
Sementara gol ketiga terjadi lewat skema serangan balik. Tavares sempat mengira ada handball sebelum gol terjadi. ”Tapi saya belum melihat rekamannya. Yang jelas itu membuat pemain kami kehilangan fokus. Sedangkan gol keempat terjadi karena bek kami (Risto Mitrevski) terjatuh di depan kotak penalti,” terangnya.
Karena sempat memperkecil skor lewat Leo Lelis, Tavares meminta anak asuhnya untuk menambah gol lagi.
”Tapi saat kami keluar menyerang untuk mencetak gol tambahan, malah seperti inilah hasilnya (kalah 5-1),” jelas Tavares. Dia pun tidak mau menyalahkan siapa pun.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
