
Pemain Persebaya Surabaya mencoba menekan pertahanan Borneo FC dalam laga Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda. (Persebaya)
JawaPos.com — Kekalahan telak 1-5 yang dialami Persebaya Surabaya dari Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam meninggalkan banyak catatan penting. Salah satu yang paling mencolok adalah tumpulnya lini depan Green Force meski mampu menciptakan cukup banyak peluang sepanjang pertandingan.
Laga pekan ke-25 Super League 2025/2026 itu menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Bernardo Tavares.
Statistik pertandingan memperlihatkan Green Force sebenarnya tidak sepenuhnya kalah dalam hal menciptakan peluang, tetapi efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengakui timnya gagal memaksimalkan kesempatan yang didapat di depan gawang lawan. Ia menegaskan hasil pertandingan ini akan segera dievaluasi oleh tim pelatih.
“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Green Force tercatat melepaskan 13 tembakan sepanjang laga tersebut. Namun hanya lima di antaranya yang benar-benar mengarah tepat ke gawang Borneo FC.
Jumlah itu sebenarnya tidak terlalu jauh dibandingkan Borneo FC yang melepaskan 18 tembakan dengan 10 tepat sasaran. Perbedaan paling terasa justru terlihat dari efektivitas dan kualitas peluang yang dihasilkan kedua tim.
Hal itu terlihat jelas dari angka Expected Goals atau xG yang menjadi indikator kualitas peluang. Borneo FC mencatat xG sebesar 4.3, sedangkan Persebaya Surabaya berada di angka 3.2.
Secara teori, angka tersebut menunjukkan kedua tim sama-sama mampu menciptakan peluang berbahaya. Namun Borneo FC tampil jauh lebih klinis dalam menyelesaikan peluang yang mereka dapatkan.
Efektivitas serangan juga terlihat dari akurasi tembakan kedua tim. Borneo FC mencatat akurasi tembakan sebesar 56 persen, sedangkan Green Force hanya mencapai 39 persen.
Angka tersebut menjelaskan mengapa peluang yang dimiliki Persebaya Surabaya tidak mampu menghasilkan banyak gol.
Banyak tembakan yang dilepaskan pemain Green Force tidak cukup akurat untuk benar-benar mengancam gawang lawan.
Tavares mengungkapkan para pemain sebenarnya sudah berusaha menjalankan rencana permainan yang dipersiapkan tim pelatih sebelum pertandingan.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
