Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Maret 2026 | 15.36 WIB

Sah! Data Buktikan Lini Depan Persebaya Surabaya Ompong Hadapi Borneo FC, 13 Tembakan Hanya Berbuah Satu Gol

Pemain Persebaya Surabaya mencoba menekan pertahanan Borneo FC dalam laga Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda. (Persebaya) - Image

Pemain Persebaya Surabaya mencoba menekan pertahanan Borneo FC dalam laga Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda. (Persebaya)

JawaPos.com — Kekalahan telak 1-5 yang dialami Persebaya Surabaya dari Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam meninggalkan banyak catatan penting. Salah satu yang paling mencolok adalah tumpulnya lini depan Green Force meski mampu menciptakan cukup banyak peluang sepanjang pertandingan.

Laga pekan ke-25 Super League 2025/2026 itu menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Bernardo Tavares.

Statistik pertandingan memperlihatkan Green Force sebenarnya tidak sepenuhnya kalah dalam hal menciptakan peluang, tetapi efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama.

Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengakui timnya gagal memaksimalkan kesempatan yang didapat di depan gawang lawan. Ia menegaskan hasil pertandingan ini akan segera dievaluasi oleh tim pelatih.

“Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Green Force tercatat melepaskan 13 tembakan sepanjang laga tersebut. Namun hanya lima di antaranya yang benar-benar mengarah tepat ke gawang Borneo FC.

Jumlah itu sebenarnya tidak terlalu jauh dibandingkan Borneo FC yang melepaskan 18 tembakan dengan 10 tepat sasaran. Perbedaan paling terasa justru terlihat dari efektivitas dan kualitas peluang yang dihasilkan kedua tim.

Hal itu terlihat jelas dari angka Expected Goals atau xG yang menjadi indikator kualitas peluang. Borneo FC mencatat xG sebesar 4.3, sedangkan Persebaya Surabaya berada di angka 3.2.

Secara teori, angka tersebut menunjukkan kedua tim sama-sama mampu menciptakan peluang berbahaya. Namun Borneo FC tampil jauh lebih klinis dalam menyelesaikan peluang yang mereka dapatkan.

Efektivitas serangan juga terlihat dari akurasi tembakan kedua tim. Borneo FC mencatat akurasi tembakan sebesar 56 persen, sedangkan Green Force hanya mencapai 39 persen.

Angka tersebut menjelaskan mengapa peluang yang dimiliki Persebaya Surabaya tidak mampu menghasilkan banyak gol.

Banyak tembakan yang dilepaskan pemain Green Force tidak cukup akurat untuk benar-benar mengancam gawang lawan.

Tavares mengungkapkan para pemain sebenarnya sudah berusaha menjalankan rencana permainan yang dipersiapkan tim pelatih sebelum pertandingan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore