
Slavko Damjanovic masih cinta Persebaya Surabaya meski senang bawa Bhayangkara FC menang. (Persebaya)
JawaPos.com — Hati Slavko Damjanovic tertambat di Persebaya Surabaya. Namun, profesionalisme membuatnya harus merayakan kemenangan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam WIB.
Momen itu terasa kontras bagi bek asal Montenegro tersebut. Di satu sisi ia menghentikan rekor 13 laga tanpa kalah Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026, di sisi lain ada kenangan yang belum sepenuhnya hilang.
Bhayangkara FC menang 2-1 lewat laga penuh tekanan dan determinasi tinggi. Kemenangan itu sekaligus menjadi akhir dari laju impresif Green Force yang sebelumnya sulit disentuh kekalahan.
Slavko tampil penuh selama 90 menit sebelum digantikan Vinicius Leonardo da Silva di penghujung pertandingan. Ia berdiri kokoh di jantung pertahanan The Guardians, menjaga kedalaman lini belakang dari gempuran tuan rumah.
Pertandingan berjalan keras dan intens sejak menit awal. Slavko bahkan menerima kartu kuning pada menit ke-86, simbol duel panas yang tak terhindarkan di area pertahanan.
Usai laga, raut wajahnya tak sepenuhnya memancarkan euforia. Ada rasa bangga bercampur haru yang sulit disembunyikan saat ia berbicara tentang Persebaya Surabaya.
"Ini adalah laga kedua saya (melawan Persebaya). Saya harus bermain. Saya sedih tidak bisa tinggal di sini. Tapi, saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan," ujar Slavko dengan nada campur aduk usai laga.
Kata-kata itu mengalir jujur tanpa dibuat-buat. Ia pernah menjadi bagian dari salah satu klub terbesar di Indonesia dan kenangan itu tak mudah dihapus.
Meski demikian, Slavko menegaskan dirinya tetap seorang profesional. Lapangan hijau menuntut totalitas, tak peduli siapa lawan yang dihadapi.
"Saya senang dengan 3 poin. Saya senang dengan teman-temanku. Tapi saya juga sedih sedikit (usai laga). Karena saya pernah bermain di salah satu klub terbaik di Indonesia," katanya mengenang semusim berkostum Green Force.
Perasaan itu semakin terasa karena laga digelar di hadapan Bonek. Atmosfer Gelora Bung Tomo yang dulu akrab kini berubah menjadi tantangan yang harus ia taklukkan.
"Saya (memang) mengusung motivasi tinggi (lawan Persebaya). Tapi ini permainan sepak bola. Saya harus beri (penampilan) maksimum untuk teman-temanku. Mungkin saya akan kembali," sambung Slavko.
Ucapan itu seperti membuka pintu kemungkinan di masa depan. Meski kini berseragam Bhayangkara FC, tak ada yang tahu ke mana kariernya akan berlabuh berikutnya.
Secara permainan, Slavko menunjukkan peran fungsional yang solid. Ia mencatatkan 27 umpan untuk menjaga aliran bola tetap terkontrol dari area pertahanan.
Distribusi bolanya membantu tim keluar dari tekanan. Bhayangkara tak sekadar bertahan, tetapi juga membangun serangan dari lini belakang dengan rapi.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
