
Bruno Moreira raih rating terendah di skuad Persebaya Surabaya. (Persebaya)
JawaPos.com — Rapor skuad Persebaya Surabaya usai digasak Bhayangkara Presisi Lampung FC jadi sorotan tajam publik Kota Pahlawan. Kekalahan 1-2 di kandang sendiri membuat dua nama, Bruno Moreira dan Koko Ari, tercatat sebagai pemain dengan rating terendah dalam laga penuh tekanan itu.
Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu malam (14/2), Green Force sebenarnya tampil dengan semangat tinggi di depan ribuan pendukungnya.
Namun efektivitas lawan dalam memaksimalkan peluang membuat rentetan 13 laga tanpa kekalahan harus terhenti menyakitkan.
Satu-satunya gol tuan rumah lahir dari kaki Mihailo Perovic pada menit ke-64. Selepas gol itu, tekanan demi tekanan dibangun, tetapi skor tetap tak berubah hingga peluit panjang berbunyi.
Pelatih Bernardo Tavares menunjukkan sikap sportif seusai pertandingan yang menguras emosi tersebut. Ia mengakui lawan tampil lebih efektif dalam memanfaatkan momen krusial di sepanjang laga.
“Selamat kepada Bhayangkara atas hasil ini. Mereka tidak memiliki banyak peluang, tetapi mampu memaksimalkan momen yang ada. Kami sedikit lengah pada situasi krusial dan itu menjadi pembeda,” ujar Tavares.
Meski kecewa, pelatih asal Portugal itu tetap melihat karakter timnya, terutama pada babak kedua. Ia tak ingin kekalahan ini menggerus mental para pemain yang sebelumnya tampil konsisten.
“Para pemain sudah berjuang maksimal dan menunjukkan karakter. Dalam sepakbola, situasi seperti ini harus diterima dengan lapang dada," jelasnya.
Tavares langsung mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya menghadapi Persijap Jepara. Ia ingin anak asuhnya menjadikan hasil pahit ini sebagai bahan bakar untuk bangkit.
"Kami harus segera bangkit, melupakan hasil ini, dan mengalihkan fokus untuk meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Secara individu, rapor skuad Persebaya Surabaya menunjukkan variasi performa yang cukup kontras. Beberapa pemain tampil impresif, sementara lainnya dinilai belum mampu memberi dampak maksimal.
Di bawah mistar, Andhika Ramadhani mencatat rating 7,4 setelah melakukan sejumlah penyelamatan penting. Meski kebobolan dua gol, kontribusinya menjaga peluang tim tetap hidup patut diapresiasi.
Di lini belakang, Jefferson Silva menjadi salah satu yang paling menonjol dengan rating 7,9. Risto Mitrevski dan Rachmat Irianto sama-sama mengoleksi nilai 7,4 berkat permainan disiplin dan beberapa intersep krusial.
Nama Koko Ari justru mencatat rating terendah di sektor pertahanan dengan 6,6. Performa bek sayap itu dinilai belum cukup solid dalam mengawal sisi lapangan dan kurang maksimal saat membantu serangan.
Masuk ke lini tengah, Toni Firmansyah tampil stabil dengan rating 7,7. Milos Raickovic bahkan sedikit lebih baik dengan 7,8 berkat distribusi bola yang rapi dan keberanian melepas tembakan dari luar kotak penalti.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
