Bernardo Tavares saat menjabat tangan Dimas Wicaksono dan berterima kasih. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - "Dimas, terima kasih!" Ucapan sederhana Bernardo Tavares itu ternyata memberi dampak besar bagi kepercayaan diri wonderkid Persebaya Surabaya di lapangan. Kalimat singkat itu menjadi simbol pendekatan humanis sang pelatih yang sukses memantik performa pemain muda Green Force.
Momen itu terjadi di ruang ganti Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, usai Persebaya Surabaya menghancurkan Bali United dengan skor 3-1 pada pekan ke-21 Super League 2025/2026.
Bernardo Tavares secara khusus menghampiri Dimas Wicaksono dan menjabat tangannya dengan erat.
“Terima kasih, Dimas!” ujar Bernardo Tavares di ruang ganti, kalimat singkat yang langsung menyedot perhatian. Bagi pemain berusia 18 tahun, apresiasi langsung dari pelatih kepala punya arti yang jauh lebih besar dari sekadar pujian biasa.
Dimas Wicaksono dipercaya masuk starting line up dalam laga berat di kandang Bali United. Keputusan itu menegaskan keberanian Bernardo Tavares memadukan pemain muda dan senior di tengah situasi tim yang tidak ideal.
Secara statistik, Dimas memang tidak mencetak gol atau assist pada laga tersebut. Namun kontribusinya tetap terlihat dari cara bermain yang efisien dan minim kesalahan.
Data pertandingan menunjukkan Dimas mencatatkan akurasi umpan sempurna, 3 dari 3 operan berhasil menemui rekan setim. Ia juga membukukan 100 persen akurasi umpan di area lawan maupun area sendiri.
Dimas sempat melepaskan satu tembakan yang terblokir dan mencatatkan sembilan sentuhan sepanjang laga. Dari jumlah itu, hanya satu sentuhan yang berakhir gagal, menunjukkan pengambilan keputusan yang cukup matang.
Dalam duel udara, Dimas tampil solid dengan memenangkan satu dari satu duel yang dihadapi. Namun, di duel darat, ia kesulitan dan kalah dalam lima kesempatan beradu fisik dengan pemain Bali United.
Ia juga kehilangan bola sebanyak dua kali dan melakukan satu pelanggaran. Kontribusi bertahannya belum terlihat signifikan karena tidak mencatatkan tekel, intersep, maupun sapuan.
Berdasarkan data tersebut, rating Dimas berada di angka 6,3. Angka itu mencerminkan performa yang cukup stabil untuk pemain muda yang baru merasakan tekanan laga besar.
Efisiensi distribusi bola menjadi nilai plus utama Dimas dalam pertandingan ini. Kekurangan dalam duel darat menjadi catatan yang masih bisa dikembangkan seiring bertambahnya jam terbang.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
