
Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga. (Zaro Ezza S/Antara)
JawaPos.com - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga angkat bicara mengenai para pemain diaspora Timnas Indonesia yang berbondong-bondong main di Super League 2025/2026. Terbaru adalah Shayne Pattynama dan Dion Markx.
Kedatangan pemain diaspora Timnas Indonesia ke Super League belum berhenti. Setelah lima sosok datang pada awal musim, sejauh ini ada dua lagi yang menyusul bergabung di pertengahan musim.
Yakni Shayne Pattynama dan Dion Markx. Shayne diangkut oleh Persija Jakarta dari klub Thailand, Buriram United FC, sedangkan Dion Markxs bergabung dengan Persib Bandung dari Top OSS, klub Belanda.
Mereka menyusul lima pemain yang sudah lebih dulu berkarier di Indonesia. Yakni Thom Haye, Eliano Reijnders (Persib Bandung), Jordi Amat (Persija Jakarta), Rafael Struick (Dewa United Banten FC), dan Jens Raven (Bali United FC).
Artinya sudah ada tujuh pemain diaspora Timnas Indonesia yang berkarier di Super League. Jumlah ini berpotensi bertambah seiring derasnya isu Joey Pelupessy dan Ivar Jenner, yang dilaporkan menyusul. Joey Pelupessy dikaitkan dengan Persib dan Persija, sementara Ivar dirumorkan masuk bidikan Persija dan Dewa United.
Banyaknya pemain diaspora ini menimbulkan pro dan kontra. Banyak yang menyayangkan karena mereka diharapkan masih bisa berkarier di luar negeri, utamanya yang masih muda-muda.
Arya Sinulingga selaku Exco PSSI, menanggapi para pemain diaspora yang bedol desa ke Super League. Ia menyatakan bahwa hal itu merupakan hak para pemain, federasi tak bisa mencegah.
"Ini pilihan mereka. Kami tidak bisa tahan mereka. Kami tidak gaji mereka. Mungkin beda kalau kami gaji mereka, pasti bisa diarahkan. Tapi ini soal pilihan mereka dan hak asasi mereka juga, kami tidak bisa tahan," kata Arya, dipetik Selasa (27/1).
Di sisi lain, Arya menilai kehadiran para pemain diaspora ini dapat meningkatkan kualitas kompetisi dalam negeri. Apalagi ditambah deretan pemain berkualitas lain dengan level top.
"Mungkin karena banyak pemain naturalisasi datang, kualitas liganya naik sehingga membuat pemain-pemain naturalisasi mau datang. Tidak hanya pemain naturalisasi, banyak juga pemain top yang mau datang karena kualitas kita," terang dia.
Menurut Arya, dengan kualitas kompetisi yang meningkat, maka permainan para pemain diaspora Timnas Indonesia nantinya tidak akan berubah drastis seperti dulu. Sehingga mereka diharapkan dapat menjaga konsistensinya.
"Kalau kompetisi makin tinggi sebenarnya pengaruhnya jadi kecil. Jadi kami harapkan harus naik kualitas kompetisi liganya. Kalau tidak naik, ya akan jelek. Tapi kalau naik, pasti tidak," ucap Arya Sinulingga.
Kualitas pemain asing di Super League sekarang memang terbilang membaik. Banyak pesepak bola dengan nama besar dan rekam jejak mentereng yang akhirnya merumput di Indonesia. Terbaru adalah Layvin Kurzawa, yang didatangkan oleh Persib Bandung.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
