
Skuad Persebaya Surabaya berlatih keras jelang hadapi Malut United. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya menghadapi tantangan serius jelang laga lanjutan Super League 2025/2026 saat harus bersua Malut United. Rekor buruk tanpa kemenangan atas tim asal Maluku Utara itu kini menjadi alarm bahaya bagi pelatih anyar Green Force, Bernardo Tavares.
Bernardo Tavares resmi memimpin latihan perdana Persebaya Surabaya di Lapangan C Kompleks Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (6/1/2026).
Momen ini sekaligus menandai awal era baru Persebaya Surabaya dalam upaya menjaga tren positif kompetisi musim ini.
Pelatih asal Portugal tersebut datang dengan harapan besar untuk membawa perubahan signifikan di tubuh Persebaya Surabaya.
Kehadirannya memberi suntikan optimisme di tengah persaingan Super League 2025/2026 yang kian ketat.
Dalam latihan perdana itu, Tavares tidak bekerja sendirian. Ia didampingi empat asisten pelatih, termasuk Renato Duarte, yang turut aktif mengamati jalannya sesi latihan.
Fokus latihan tidak hanya menyentuh aspek teknik dan taktik permainan. Tavares juga menaruh perhatian pada kondisi fisik, karakter individu, serta kekuatan mental para pemain Persebaya Surabaya.
Pendekatan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mengenal skuad Green Force secara menyeluruh. Tavares ingin memahami potensi dan keterbatasan pemain sebelum menghadapi ujian kompetitif.
Ujian perdana Bernardo Tavares bersama Persebaya Surabaya dipastikan tidak mudah. Green Force dijadwalkan menghadapi Malut United pada pekan ke-17 Super League 2025/2026.
Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (10/1/2026). Bermain di kandang sendiri memang menguntungkan, namun rekor pertemuan membuat laga ini sarat tekanan.
Persebaya Surabaya tercatat belum pernah meraih kemenangan atas Malut United. Statistik ini menjadi catatan merah yang sulit diabaikan menjelang pertemuan ketiga kedua tim.
Musim lalu, Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan 0-2 saat menjamu Malut United di kandang. Hasil itu memperlihatkan betapa merepotkannya lawan yang satu ini bagi Green Force.
Pada pertemuan lainnya, Persebaya Surabaya hanya mampu bermain imbang tanpa gol di laga tandang. Pertandingan yang berlangsung di tempat netral itu juga gagal menghasilkan kemenangan.
“Persebaya belum pernah menang melawan Malut United. Jadi kami harus sangat waspada,” tegas Tavares. Pernyataan tersebut menunjukkan kesadaran penuh sang pelatih terhadap tantangan besar yang menanti.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
