PSIM siap ladeni PSBS. (Dok. PSIM)
JawaPos.com – Mengakhiri 2025 dengan kemenangan. Itulah target PSIM Yogyakarta dan PSBS Biak ketika kedua tim bertemu di Stadion Sultan Agung, Bantul, sore nanti.
Bagi kedua tim, memburu happy ending sangat penting. Sebab, mereka baru saja mendapatkan hasil minor. PSIM belum menang dalam dua laga terakhir. Sementara itu, PSBS baru saja dihajar Bali United tiga gol tanpa balas (22/12).
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, ingin menjaga posisi anak asuhnya. “Sebagai tim promosi, dan sekarang kami berada di posisi kelima, itu adalah hasil yang bagus. Kami harus bisa menjaga untuk tetap berada di posisi itu,” kata pelatih asal Belanda tersebut.
Van Gastel yakin timnya bisa kembali ke jalur kemenangan karena akan mendapatkan dukungan langsung dari suporter.
“Sementara di dua laga sebelumnya kami bermain away. Salah satunya melawan Persija yang berbarengan dengan perayaan ulang tahun klub, sehingga itu sulit bagi kami,” tegasnya.
Namun, ia meminta anak asuhnya tidak meremehkan PSBS. “Meski mereka kini berada di zona degradasi, kami tetap harus fokus. PSBS sebenarnya adalah tim yang bagus. Apalagi mereka juga memiliki pelatih baru. Mereka pasti mempunyai motivasi tinggi,” terang Van Gastel.
Di PSBS, Kahudi Wahyu baru saja ditunjuk sebagai pelatih caretaker. Ia akan menjalani debut bersama klub berjuluk Badai Pasifik tersebut. Kahudi menyebut anak asuhnya berada dalam kondisi bagus.
“Mereka bahkan sudah melupakan hasil buruk di laga terakhir. Saya tahu PSIM adalah tim yang konsisten. Namun, kami melihat ada kelemahan yang bisa dieksploitasi. Semoga anak-anak bisa menjalankan instruksi dengan baik di lapangan,” tegasnya.
Kahudi juga mulai melakukan perbaikan di lini pertahanan. Sebab, ia menyadari PSBS telah kebobolan 30 gol musim ini.
“Saya sudah berdiskusi dengan para pemain untuk menguatkan cara bertahan. Kami ingin tampil sebagai tim yang kuat, baik dalam menyerang maupun bertahan,” pungkas mantan pelatih PSIS Semarang tersebut.
PSIM (4-2-3-1)
19-Cahya Supriadi (GK); 15-Raka Cahyana, 3-Yusaku Yamadera, 4-Franco Ramos, 35-Reva Adi Utama (C); 88-Fahreza Sudin, 14-Rendra Teddy; 11-Ezequiel Vidal, 10-Ze Valente, 9-Anton Fase; 99-Nermin Haljeta
Pelatih: Jean-Paul van Gastel
PSBS (4-3-3)
41-Kadu (GK); 5-Nur Hidayat Haris, 23-Myung-Hyun Hwang, 6-Sandro Embalo, 9-44 Moses Madjar; 20-Eduardo Barbosa, 87-Iqbal Hadi, 94-Heri Susanto; 77-Raja Iman Siregar, 7-Ruyen Blanco, 10-Luquinhas
Pelatih: Kahudi Wahyu

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
