
Suporter Persela Lamongan kritik Bupati Yuhronur Efendi, tuntut kepastian manajemen baru, kekhawatiran pemain hengkang.(Istimewa)
JawaPos.com - Gelombang kritik datang dari suporter Persela Lamongan terhadap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang juga dikenal sebagai pemilik saham mayoritas klub berjuluk Laskar Joko Tingkir.
Suara kekecewaan ini mencuat di tengah situasi tak menentu yang sedang dialami Persela, terutama setelah mundurnya CEO Fariz Julinar.
Kritik tersebut ramai diperbincangkan setelah akun Instagram @harianpersela mengunggah pernyataan bernada kekhawatiran dari internal tim.
Dalam unggahan itu disebutkan, masa depan skuad Persela berada dalam kondisi abu-abu karena belum terlihat keseriusan manajemen baru untuk hadir dan berbicara langsung dengan pemain.
“Bisa saja satu dua hari ini, atau Januari nanti pemain habis. Kalau tidak ada keseriusan dari manajemen baru untuk datang dan bicara dengan kami, situasinya jadi serba tidak pasti,” demikian petikan pernyataan yang dikutip akun tersebut.
Bahkan disebutkan, beberapa pemain dikabarkan sudah mulai dihubungi tim lain dan berpotensi hengkang dalam waktu dekat.
Baca Juga : Resmi! Pemain Persela Lamongan Eksodus ke PSIS, Alberto Goncalves: Saya Ikuti ke Semarang
Bagi suporter, kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Mereka menilai, sebagai pemilik saham mayoritas, Yuhronur Efendi seharusnya tampil lebih aktif memastikan transisi manajemen berjalan jelas dan tidak berlarut-larut. Apalagi, Persela sedang berada dalam fase krusial penataan tim jelang kompetisi.
Mundurnya Fariz Julinar menjadi titik balik kegelisahan publik Lamongan. Fariz memilih melepas jabatannya sebagai CEO Persela untuk fokus mendampingi sang istri, Datu Nova, yang disebut-sebut terlibat dalam pembelian saham mayoritas PSIS Semarang.
Keputusan itu membuat Persela kehilangan figur sentral dalam manajemen, sekaligus memicu banyaknya eksodus pemain.
Sejak kepergian Fariz, satu per satu pemain Persela ditinggal banyak pemain yang pindah ke klub lain. Kondisi ini memperkuat anggapan suporter bahwa tidak ada kepastian arah pengelolaan klub.
Suporter berharap, Pemkab Lamongan dan Yuhronur Efendi tidak tinggal diam. Mereka menuntut langkah konkret, mulai dari penunjukan manajemen baru yang jelas hingga komunikasi terbuka dengan pemain dan suporter.
Tanpa itu, kekhawatiran kehilangan banyak pemain bukan sekadar isu, melainkan ancaman nyata bagi Persela.
Di mata suporter, Persela bukan hanya soal kepemilikan saham atau jabatan, melainkan identitas Lamongan. Karena itu, mereka menagih komitmen penuh agar Laskar Joko Tingkir tidak terus terombang-ambing di tengah ketidakpastian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022