
Suporter PSIM Yogyakarta dan Persija Jakarta tunjukkan persaudaraan di laga ulang tahun Macan Kemayoran di GBK. (Dok. Instagram/@dikysoemarno)
JawaPos.com - Suasana berbeda terlihat di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada laga Persija Jakarta vs PSIM Yogyakarta, Jumat (28/11). Ribuan suporter PSIM yang diperkirakan lebih dari 5.000 orang ikut memenuhi tribun stadion untuk mendukung tim kebanggaan mereka meski berstatus tim tamu.
Mereka datang dengan berbagai cara, mulai dari mobil pribadi, bus rombongan, kereta api, hingga pesawat.
Pertandingan berlangsung hangat namun tetap kompetitif. Persija yang tampil sebagai tuan rumah berhasil mengunci kemenangan 2-0 lewat dua gol di babak kedua.
Maxwell membuka keunggulan pada menit ke-77 setelah menerima umpan terobosan dan menaklukkan penjaga gawang PSIM.
Gol kedua datang di masa tambahan waktu melalui Allano pada menit 90+5, memastikan tiga poin sekaligus menjadi kado manis untuk ulang tahun ke-97 Persija Jakarta.
Meski kedua tim bersaing ketat di lapangan, suasana di luar lapangan jauh lebih cair. Hubungan baik antara The Jak Mania dan Brajamusti serta The Maident terlihat bahkan sejak malam sebelum pertandingan.
Sejumlah suporter dari kedua kubu berkumpul dalam acara Prematch Syndrome (PMS), sebuah tradisi pertemuan santai yang mempererat tali persaudaraan antara kedua kelompok suporter menjelang laga.
Tak berhenti di situ, saat The Jak Mania menggelar perayaan ulang tahun Persija di kawasan Bundaran HI pada Jumat dini hari, nampak banyak suporter PSIM yang ikut hadir. Mereka datang bukan untuk meramaikan suasana semata, tetapi juga untuk menunjukkan rasa hormat dan kebersamaan.
Bahkan, beberapa suporter PSIM sempat membagikan bakpia oleh-oleh khas Yogyakarta kepada para pendukung Persija yang hadir. Momen tersebut menjadi bukti bahwa persaudaraan antar suporter bukan sekadar wacana.
Kedekatan ini telah terbangun sejak lama dan terus terjaga hingga sekarang. Hubungan harmonis tersebut juga kembali ditegaskan oleh Ketua Umum The Jak Mania, Diky Soemarno, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dikysoemarno.
“Terimakasih seluruh saudara saudaraku dari Jogja yang sudah berkenan ikut merayakan hari ulang tahun ke-97 malam ini di GBK. Saudara selamanya,” tulisnya.
Pertandingan ini pun tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga perayaan kebersamaan dua kelompok suporter besar. Dengan atmosfer yang penuh kehangatan, laga Persija melawan PSIM kali ini terasa lebih dari sekadar duel di atas lapangan.
Kemenangan Persija menambah lengkap perayaan ulang tahun mereka, sementara kehadiran ribuan suporter PSIM ikut menegaskan bahwa sepak bola Indonesia bisa memberi contoh tentang persatuan dan rasa saling menghargai.
Suasana damai ini menjadi harapan bahwa rivalitas dalam sepak bola tetap bisa berjalan berdampingan dengan persahabatan. Semangat seperti inilah yang membuat dunia sepak bola Tanah Air semakin berwarna.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
